150 Ribu Kesempatan Magang Dibuka, Peluang Baru bagi Anak Muda Luwu Raya

Asdhar
4 Min Read
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, (Sumber: Biro Humas Kemnaker)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, kabar ini patut menjadi perhatian anak muda di Luwu Raya. Pemerintah menyiapkan 150 ribu kuota Program Magang Nasional pada semester II 2026 sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas peluang kerja.

Program tersebut menjadi salah satu dari delapan kebijakan dalam Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II Tahun 2026. Selain magang, pemerintah juga menyiapkan pelatihan vokasi bagi ratusan ribu peserta yang berasal dari lulusan SMK dan pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bagi lulusan sekolah, mahasiswa, maupun pencari kerja di Luwu Raya, program ini bisa menjadi kesempatan memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan keterampilan, sekaligus membuka peluang direkrut perusahaan.

Program Magang Jadi Penggerak Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan mempercepat pelaksanaan program magang dan vokasi pada paruh kedua 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paruh kedua semester kedua sehingga ini menjadi penggerak daripada perekonomian di masyarakat,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk mendukung program tersebut. Sebanyak Rp4,14 triliun di alokasikan bagi Program Magang Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta. Sementara Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi.

Program vokasi memprioritaskan 220 ribu lulusan SMK serta 50 ribu pekerja yang terdampak PHK agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Bukan Sekadar Magang

Program Magang Nasional tidak hanya memberikan pengalaman bekerja di perusahaan.

Peserta juga memperoleh uang saku setara upah minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Fasilitas tersebut membuat program ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga membantu peserta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja secara profesional.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan evaluasi pelaksanaan Program Magang Nasional sebelumnya menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Pada 2025, program tersebut menerima 370,5 ribu pendaftar. Dari jumlah itu, sebanyak 102,6 ribu peserta menjalani magang di 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah.

Berdasarkan survei terhadap 65.245 peserta, sebanyak 84,26 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap program tersebut. Sementara 67,13 persen mengaku program magang membantu kondisi ekonomi mereka maupun keluarganya.

Di sisi lain, survei terhadap 7.217 perusahaan dan instansi penyelenggara menunjukkan 84,13 persen merasa puas terhadap kontribusi peserta magang.

“Ini hasil yang menurut kami cukup positif sebagai feedback kita untuk pelaksanaan magang di angkatan II,” ujar Yassierli.

Peluang bagi Generasi Muda Luwu Raya

Selain memberikan pengalaman kerja, program ini juga terbukti meningkatkan kemampuan peserta.

Penilaian terhadap lebih dari 22 ribu mentor menunjukkan kemampuan teknis peserta mengalami peningkatan signifikan selama mengikuti magang. Kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, hingga adaptasi di lingkungan kerja juga ikut berkembang.

Yassierli menjelaskan rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 3,77 menjadi 4,19 berdasarkan penilaian peserta. Sedangkan penilaian mentor naik dari 3,33 menjadi 3,66.

Lulusan program magang juga memiliki peluang lebih besar memasuki dunia kerja. Sektor keuangan menjadi penyerap terbesar peserta yang memperoleh penawaran kerja. Kemudian disusul perdagangan besar, industri pengolahan, kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, hingga sektor akomodasi.

Bagi anak muda di Luwu Raya, peluang tersebut menjadi kesempatan yang layak dipertimbangkan. Selain menambah pengalaman kerja, program magang juga membuka akses terhadap sertifikasi kompetensi yang kini semakin dibutuhkan dunia industri.

Luwuraya.com akan terus memantau jadwal pendaftaran, persyaratan, serta mekanisme Program Magang Nasional 2026 agar masyarakat Luwu Raya dapat memanfaatkan peluang tersebut sejak awal.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser