Universitas Muslim Indonesia (UMI) telah memasuki usia 72 tahun. Selama lebih dari tujuh dekade, kampus ini tidak hanya melahirkan ribuan sarjana. UMI juga membentuk generasi yang menjunjung tinggi integritas, nilai keislaman, dan semangat mengabdi kepada masyarakat.
Pandangan itu disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Milad ke-72 UMI di Auditorium Al Jibra, Kampus II UMI, Makassar, Selasa (23/6/2026).
Bagi masyarakat Luwu Raya, UMI bukan nama yang asing. Selama puluhan tahun, banyak putra-putri daerah memilih kampus ini untuk melanjutkan pendidikan. Setelah lulus, mereka berkiprah sebagai aparatur sipil negara, tenaga kesehatan, akademisi, pengusaha, hingga pemimpin di berbagai sektor.
“Selama lebih dari tujuh dekade, UMI telah menjadi rumah bagi lahirnya insan-insan unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Irwan.
Menurut Irwan, perguruan tinggi tidak cukup hanya meluluskan mahasiswa. Kampus juga harus membentuk karakter serta menanamkan nilai moral kepada setiap lulusannya.
Karena itu, ia menilai UMI terus menunjukkan konsistensi sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia Timur. Kampus tersebut terus melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang memberi kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Transformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri
Milad ke-72 UMI mengusung tema “UMI Unggul: Menakar Potensi, Menguatkan Inovasi, dan Mewujudkan Kampus Islami Berkelas Dunia.”
Tema itu menunjukkan tekad UMI untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Namun, kampus tetap menjaga identitasnya sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Islam.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, mengatakan kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kekuatan utama UMI selama ini.
“UMI insyaallah akan terus bertransformasi menjadi kampus ilmu dan ibadah, serta kampus yang peduli dan berbagi,” ujarnya.
Selain memperkuat kualitas akademik, UMI juga terus meningkatkan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Langkah itu menjadi bagian dari upaya kampus menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berubah.
Kolaborasi Menjadi Kekuatan UMI
Ketua Yayasan Wakaf UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, mengingatkan bahwa perjalanan panjang UMI lahir dari semangat kebersamaan.
Menurutnya, seluruh elemen kampus memiliki peran dalam menjaga kualitas pendidikan dan melanjutkan cita-cita para pendiri UMI.
“Tidak ada UMI yang unggul tanpa kebersamaan, dan tidak ada kemajuan tanpa kerja keras serta semangat melayani dari semua elemen,” tegasnya.
Milad ke-72 UMI juga mempertemukan sejumlah tokoh nasional dan daerah. Hadir dalam kegiatan itu Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Dr. Widodo, Hakim Agung Mahkamah Agung RI Dr. Ibrahim, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Lukman, serta sejumlah pimpinan dunia usaha dan perbankan.
Bagi masyarakat Luwu Raya, perjalanan UMI memiliki makna tersendiri. Kampus ini telah menjadi tempat belajar bagi banyak generasi dari Tana Luwu. Mereka kemudian kembali mengabdi di berbagai bidang. Karena itu, Milad ke-72 UMI bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga pengingat tentang pentingnya membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi masa depan.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

