Bupati Luwu Minta Mahasiswa KKN Unhas Tunjukkan Arti “Kerja Nyata”

Asdhar
3 Min Read
Bupati Luwu, Patahudding, secara resmi menerima 55 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar di Ruang Lounge Kantor Bupati Luwu (Sumber: mediacenter.luwukab.go.id)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Bupati Luwu, Patahudding, meminta mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang akan mengabdi di Kabupaten Luwu menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat nyata bagi desa.

Pesan itu ia sampaikan saat menerima 55 mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas di Ruang Lounge Kantor Bupati Luwu, Jumat (3/7/2026). Menurutnya, setiap kegiatan yang dirancang mahasiswa harus selaras dengan kondisi dan potensi desa tempat mereka menjalankan pengabdian.

“Namanya Kuliah Kerja Nyata, berarti kerjanya juga harus nyata. Jangan sampai program yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Susun kegiatan yang benar-benar memberi manfaat dan mampu membantu pemerintah desa maupun masyarakat,” ujar Patahudding.

Bupati menilai kehadiran mahasiswa menjadi energi baru bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. Ia berharap para peserta KKN mampu mengaplikasikan ilmu yang dimiliki sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di desa.

Program yang menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, pengelolaan potensi desa, hingga pemanfaatan teknologi dapat memberi dampak positif terhadap kebutuhan masyarakat setempat.

Mahasiswa KKN Tersebar di Delapan Kecamatan

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Luwu, Hidayah, menjelaskan Pemerintah Kabupaten Luwu sebelumnya mengusulkan penempatan sekitar 500 mahasiswa KKN agar dapat menjangkau seluruh desa di delapan kecamatan. Namun, berdasarkan alokasi dari Universitas Hasanuddin, tahun ini Luwu menerima 55 mahasiswa.

Selama sekitar 45 hari, para mahasiswa akan menjalankan program pengabdian di sejumlah kecamatan, antara lain Bajo Barat, Kamanre, Larompong, Larompong Selatan, Suli, Suli Barat, serta wilayah lain di Kabupaten Luwu.

Dosen Pembimbing KKN Unhas, Awaluddin, mengatakan hubungan antara Universitas Hasanuddin dan Kabupaten Luwu telah terjalin cukup lama. Banyak alumni Unhas yang pernah menjalani KKN di daerah tersebut dan kini berkiprah di berbagai bidang.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Kehadiran mahasiswa KKN di Kabupaten Luwu ibarat menghadirkan kampus Universitas Hasanuddin di tengah masyarakat. Semoga semangat dan ide-ide mahasiswa dapat bersinergi dengan pemerintah desa dalam membantu pembangunan di lokasi penempatan,” katanya.

Selain menjalankan program pengabdian, Patahudding juga mengajak seluruh mahasiswa ikut berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Luwu ke-67. Ia berharap momentum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk lebih mengenal potensi daerah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat selama menjalankan KKN.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser