Kementrian Perdagangan Republik Indonesia menggelar penyuluhan untuk menanamkan kepedulian penggunaan produk dalam negeri bagi ratusan pelajar dan generasi muda se-Kota Palopo di gedung Balai Rasdiana Centre ( BRC), kamis (23/11/2017).
Kepala Subdit Peningkatan Pemasaran Produk Dalam Negeri (P2DN), Farid Chandra mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kecintaan penggunaan produk-produk dalam negeri, dikalangan masyarakat khususnya bagi pelajar, mahasiswa dan generasi muda yang diharapkan dapat berefek dalam peningkatan pertumbuhan dan perputaran ekonomi di Indonesia.
Dia menuturkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergelirian di sejumlah kabupaten dan kota di seluruh tanah air.
Asisten I Setda Palopo, Burhan Nurdin mengatakan kecintaan terhadap produk dalam negeri bukan hanya meningkatkan perputaran ekonomi namun juga untuk menumbuh kembangkan serta membangkitkan semangat nasionalisme generasi muda terhadap bangsa dan negara.
Dia juga meyakinkan bahwa pengembangan sektor perdagangan menjadi skala priorotas pemerintah Kota Palopo dalam menjadikan Palopo sebagai salah satu pusat perdagangan d kawasan utara provinsi Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI, Luther Palimbong, menegaskan bahwa ke depan Kota Palopo diproyeksikan sebagai kota dagang terbesar ketiga di Sulawesi Selatan.
“Oleh karena itulah sejak dari sekarang pemerintah daerah harus mengantisipasi dengan merapikan jalan, menata setiap kawasan wisata dengan baik agar terlihat lebih menarik sehingga secara otomatis pertumbuhan ekonomi di Palopo bisa mencapai angka yang lebih besar,” ungkapnya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

