Pasar Andi Tadda Palopo Terbakar

1 Min Read

Kebakaran terjadi di sekitar areal pasar Andi Tadda Kota Palopo, Minggu (18/01/15) sekitar pukul 22.30 wita malam ini mengakibatkan satu unit warung yang diketahui milik Kohir terbakar sebagian.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat pemilik warung (Kohir) sedang memasak makanan didalam dapurnya. Tiba-tiba api kemudian membesar dan membakar bagian atap dapur miliknya.

Beruntung, warga sekitar berhasil memadamkan api sehingga tidak merembes ke warung sekitarnya. Sementara kebakaran ini terjadi diduga akibat selang kompor gas bocor.

“Kami tidak melarang menjual tetapi kalau bisa memasak memang diluar, dipasar tinggal menjual,” ungkap Asis, warga sekitar pasar Andi Tadda Palopo ini.

Menurutnya, kejadian ini sudah dua kali terjadi. “Ini sudah kedua kalinya terbakar,” ungkap Asis.

Selain Asis, beberapa pedagang pasar pun juga ikut protes pemilik warung yang suka memasak di areal pasar ini. “Bagi penjual makanan agar tidak memasak atau menggunakan kompor di areal pasar ini,” ungkap Ambo.

Dari pantuan luwuraya.com, lima Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo juga terihat sedang berada dilokasi kejadian kebakaran. (*)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.