Pemkab Lutim Dorong Inovasi Daur Ulang Sampah Berbasis Keluarga

Asdhar
2 Min Read
'Aksi Bersih Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia' bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Luwu Timur (Sumber: Dinas Kominfo SP Luwu Timur)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendorong inovasi pengelolaan sampah berbasis keluarga melalui kegiatan Sosialisasi Pengurangan Polusi Plastik dan Pelatihan Daur Ulang Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (18/6/2025).

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati Puspawati Husler dan Ketua TP PKK Ani Nurbani Irwan, serta diikuti oleh perwakilan TP PKK seluruh kecamatan.

Mengawali acara, para peserta melaksanakan Aksi Bersih Lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif mulai dari tingkat keluarga sebagai pelaku utama pengurangan sampah plastik.

“Pola hidup bersih dan pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Keluarga adalah aktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat,” ujar Ketua TP PKK, Ani Nurbani Irwan dalam sambutannya.

Dia menegaskan, pelatihan ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga mengasah keterampilan masyarakat untuk mengubah limbah menjadi barang bernilai ekonomi.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menekankan bahwa pengelolaan sampah, khususnya plastik, telah menjadi tantangan serius bagi lingkungan.

“Setiap rumah tangga menyumbang limbah setiap hari. Jika kita ingin menciptakan perubahan besar, mulailah dari dapur sendiri. Gerakan 3R harus jadi bagian dari kebiasaan,” tegas Bupati Irwan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Muhammad Yusri yang juga menjadi narasumber, memaparkan berbagai bentuk inovasi daur ulang yang dapat dilakukan keluarga. Mulai dari pemanfaatan plastik bekas menjadi kerajinan tangan, hingga pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.

“Kami ingin rumah-rumah di Luwu Timur jadi laboratorium kecil pengelolaan sampah. Dengan kreativitas, sampah bisa menjadi berkah,” ucap Yusri.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan teknik pemilahan sampah, pembuatan ecobrick, dan kerajinan dari limbah rumah tangga.

TP PKK Kecamatan menyatakan kesiapan untuk menggelar pelatihan lanjutan di desa masing-masing, guna membentuk ekosistem keluarga sadar lingkungan yang kuat dan berkelanjutan.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser