Pemkab Lutim Gelar FGD Analisis Data Sektor Prioritas Pembangunan Kab. Luwu Timur

Thalita
3 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur menggelar Focus Grup Discussion (FGD) Analisis Data Sektor Prioritas Pembangunan Kabupaten Luwu Timur bertempat di Aula Bapelitbangda, Selasa (08/08/2023).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Bapelitbangda mewakili Kepala Bapelitbangda Kabupaten Luwu Timur, Mahyuddin, didampingi Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Munadiah Asad, dan Kepala BPS Kabupaten Lutim, Herbudiman Suandy.

Dalam sambutannya, Mahyuddin mengatakan bahwa, tujuan FGD ini adalah dalam rangka mengakselerasi pencapaian visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Luwu Timur Tahun 2021-2026.

“Tema kita adalah peningkatan produksi sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan basis ekonomi Kabupaten Luwu Timur. Diharapkan melalui FGD ini kita dapat berdiskusi bersama-sama dan memperoleh hasil menjadi kesepahaman dari hasil mengananalisis data sektor prioritas pembangunan khususnya di sektor pertanian yang ada di Lutim,” terang Mahyuddin.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Timur sekaligus pemateri, Herbudiman Suandy mengungkapkan bahwa, sektor pertanian Luwu Timur mengalami kontraksi sebesar -1,84 % pada tahun 2022, sehingga menjadi hal penting untuk di diskusikan bersama.

“Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Tahun 2022 menurut Produk Domestik Bruto/Produk Domestik Regional Bruto (PDB/PBRB) Produksi (Lapangan Usaha) untuk sektor pertanian indikasi terjadinya penurunan disebabkan oleh peremajaan tanaman, ini patut diperhatikan dan didiskusikan bersama lebih lanjut dikarenakan sektor Pertanian mendominasi sebesar 58,74% mata pencaharian masyarakat kabupaten Luwu Timur,” kata Kepala BPS Lutim.

“Sektor pertanian Luwu Timur mayoritas tercipta dari subsektor perkebunan tahunan dan perikanan sebesar 80,08%. Sektor ini mencakup segala pengusahaan yang didapatkan dari alam dan merupakan benda-benda atau barang-barang biologis (hidup) yang hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri (subsisten) seperti pada kegiatan usaha tanaman pangan,” imbuh Herbudiman.

Finalisasi FGD ini disimpulkan dalam menganalisa data sektor pertanian agar terjadinya peningkatan kedepannya terdapat 3 pendekatan dalam menghitung PDB/PDRB yaitu Pendekatan produksi, Pendekatan pendapatan, dan Pendekatan penggunaan/pengeluaran.

Turut hadir Perwakiilan Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Lutim, Perwakilan Bulog Palopo, Perwakilan PT. Vale Indonesia, Tbk., Perwakilan Camat se Kabupaten Luwu Timur, dan jajaran Staf Lingkup Bapelitbangda Kabupaten Lutim. (res/ikp-humas/kominfo-sp)

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser