Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Penampungan Tambang Galena Meresahkan, Warga Demo di Kantor Wali Kota
Ekonomi

Penampungan Tambang Galena Meresahkan, Warga Demo di Kantor Wali Kota

Asdhar
Asdhar
7 Agustus 2014
Share
3 Min Read
SHARE

Untuk kesekian kalinya, ratusan nelayan dan petani rumput laut di Kota Palopo menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan atas keberadaan stockpile (penampungan) tambang Galena (Timah Hitam) yang ditempatkan di Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo, Rabu (6/8/14).

Warga menilai, keberadaan penampungan tambang galena tersebut telah mencemari air laut hingga memberikan dampak kerugian kepada nelayan dan petani rumput laut.

Pantauan Luwuraya.com, aksi ratusan warga ini diawali dari wilayah Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo menuju ke Sekretariat Daerah Palopo di Jl Samiun. Salah seorang perwakilan warga, Karul mengatakan keberadaan penampungan material tambang itu diduga telah menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan.

Baca Juga

Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal
Harga Gabah Rp7.000 per Kg, DPRD Luwu Timur Minta Dijaga Stabil

Hal itu dibuktikan dengan rusaknya tanaman rumput laut milik warga yang mengalami gagal tanam, selain itu sejumlah ekosistem laut di sekitar wilayah Kota Palopo juga mengalami kerusakan.

“Saat ini jika nelayan ingin mencari ikan, sangat sulit mendapatkan hasil, kecuali jika mereka berani melaut jauh dari wilayah Kota Palopo,” ungkapnya.

Dia pun menuding telah terjadi kongkalikong antara pihak PT Toraja Mining selaku pemilik tambang galena, dengan pihak Syahbandar dan Pemerintah Kota Palopo, karena terbukti tidak mampu memberhentikan kegiatan penampungan tambang yang berulang kali diprotes oleh warga.

“Kami tidak menolak adanya investasi di daerah ini, namun juga jangan dilakukan dengan merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. Kami meminta agar penampungan ini dipindahkan ke lokasi lainnya,” tegasnya.

Usai melakukan aksi demonstrasinya, warga bersama Wakil Wali Kota Palopo pun melakukan peninjuan ke lokasi penampungan.

Sayangnya, dalam peninjauan ke lokasi penampungan itu, sempat terjadi insiden antara demonstran dengan petugas. Pasalnya, warga berusaha membongkar pagar yang terbuat dari seng sebagai pelindung lokasi penampungan galena. Beruntung, insiden ini tidak berlangsung ricuh, sebab petugas dapat menenangkan warga untuk tidak melakukan pengrusakan.

Warga pun mengancam akan menyegel aktifitas pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo jika dalam waktu satu minggu penampungan galena milik PT Toraja Mining itu tidak dipindahkan ke lokasi lain.

Untuk diketahuil, penolakan warga akan penampungan galena di pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo ini bukan yang pertama kali dilakukan. Bahkan, penolakan ini sudah terjadi sejak tahun 2013 silam. Tidak hanya kerusakan akan ekosistem laut, warga sekitar juga mengeluhkan terserang sejumlah penyakit sejak adanya aktifitas penampungan tambang galena itu, seperti gatal-gatal, dan gangguan pernafasan.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia
Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning
UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Burhan: Alur Keuangan Daerah Penyebab Lambannya Pembangunan
Next Article Sukses Panen, Warga Bakka Gelar Syukuran Sederhana
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Andi Rahim Targetkan Penyelesaian Bantuan Rumah Terdampak Bencana Tuntas Juni 2026

4 Mei 2026
Pendidikan

Peringatan Hardiknas 2026 di Palopo Soroti Pentingnya Peran Semua Elemen

4 Mei 2026
Metro

Palopo Berangkatkan 22 Jamaah Calon Haji

4 Mei 2026
Pendidikan

Keren! SMPN 1 Mangkutana Jadi Sekolah Terbaik 2 Rapor Pendidikan di Luwu Timur

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?