LUWURAYA.COM — Prevalensi stunting di Kabupaten Luwu turun menjadi 4,7 % pada 2026, turun 1,5 poin persentase dibandingkan 2025, kata Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, dalam rapat koordinasi TPPS Semester I 2026.
Data tersebut diambil dari sistem e‑PPGBM (Pengukuran dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) yang mencatat penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir; pada 2025 prevalensi tercatat 6,2 %.
Rapat koordinasi dan evaluasi TPPS Semester I 2026 dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, dengan dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, serta pemaparan strategi oleh Prof Veni Hadju.
Intervensi lintas sektor dorong penurunan
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary, penurunan tersebut merupakan hasil sinergi program-program lintas sektor, termasuk program Genting dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, pemberian makanan tambahan (PMT) melalui dana desa, serta bantuan pangan bagi balita gizi buruk.
Dinas Sosial menyokong dengan kepesertaan BPJS bagi bayi dan balita, sementara Dinas Perikanan menggelar program “gemar makan ikan”. Dinas Pertanian mengimplementasikan gerakan pangan murah yang memprioritaskan sasaran stunting, dan Dinas Pendidikan berkontribusi melalui aksi bergizi di sekolah.
Program tambahan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (pendewasaan usia pernikahan), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (air bersih dan sanitasi layak), serta Kementerian Agama (pendidikan calon pengantin dan kerja sama dengan KUA). Sektor perumahan turut membangun infrastruktur sanitasi dan meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH).
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan memberikan insentif kepada daerah yang hadir bersama Ketua TPPS dan kepala OPD pengampu sebagai bentuk apresiasi atas komitmen percepatan penurunan stunting.
Wakil Bupati menegaskan bahwa capaian ini tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. “Kita tidak boleh jemawa, tidak boleh berbesar hati. Penurunan stunting tetap prioritas, harus terus diperkuat koordinasi, komunikasi, dan dukungan lintas sektor,” ujarnya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

