Seorang perempuan berinisial HS (28) di Kota Palopo menjalani perawatan di rumah sakit setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan mantan suaminya. Kepolisian saat ini masih memburu terduga pelaku dan menyelidiki motif di balik kejadian tersebut.
Korban mengalami sejumlah luka pada bagian tangan hingga kepala akibat dugaan kekerasan yang dialaminya. Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dan menelusuri keberadaan terduga pelaku.
Dugaan sementara, peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan rumah tangga setelah korban mengajukan gugatan cerai hingga keduanya resmi berpisah.
Pihak keluarga korban menyebut dugaan kekerasan yang dialami HS bukan kali pertama terjadi. Menurut keluarga, terduga pelaku sebelumnya pernah menjalani hukuman penjara terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Setelah bebas, terduga pelaku diduga kembali melakukan kekerasan terhadap mantan istrinya.
Polisi Masih Lacak Keberadaan Pelaku
Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki mengatakan penyidik masih melakukan upaya pencarian terhadap terduga pelaku.
Menurutnya, polisi telah meminta keterangan dari pihak keluarga maupun rekan-rekan terduga pelaku untuk mengetahui keberadaannya.
“Saat ini kami masih melakukan upaya pencarian terhadap terduga pelaku. Anggota telah meminta keterangan dari pihak keluarga maupun rekan-rekannya untuk mengetahui keberadaannya,” ujar AKP Marsuki.
Ia menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan penyelidikan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengungkap kasus tersebut.
“Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Kami masih terus melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengetahui keberadaan terduga pelaku,” jelasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku agar segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu proses pencarian sehingga penanganan kasus dapat berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, terduga pelaku masih dalam pencarian dan penyelidikan kasus terus berlangsung.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

