Suasana haru menyelimuti Aula Tantya Sudhirajati Polres Palopo, Minggu (13/4/2025), saat prosesi pisah sambut Kapolres Palopo digelar. Pergantian tongkat komando dari AKBP Safi’i Nafsikin, S.H., S.I.K., M.H. kepada penggantinya, AKBP Dedi Surya Dharma, S.H., S.I.K., M.M. menjadi momen tak sekadar seremonial, tetapi juga refleksi perjalanan kepemimpinan dan harapan baru bagi Kota Palopo.
Penjabat Wali Kota Palopo, Drs H Firmanza DP, SH., M.Si, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia tidak hanya menyaksikan peralihan jabatan, tetapi juga memperkuat silaturahmi dengan pucuk pimpinan Polres yang baru.
AKBP Safi’i, yang akan melanjutkan tugas sebagai Kasubbid Provos Bidpropam Polda Metro Jaya, menyampaikan kesan mendalam tentang pengalamannya selama memimpin Polres Palopo. Tak hanya capaian tugas, tetapi juga kedekatan emosional dengan warga dan budaya lokal yang begitu membekas.
“Yang membuat saya betah bukan hanya keberhasilan program, tetapi juga kehangatan masyarakat dan makanan khas Palopo. Pacco, Kapurung, Parede—semuanya meninggalkan rasa tersendiri,” ujarnya, tak kuasa menyembunyikan senyum.
Namun, bukan berarti perjalanannya mulus tanpa tantangan. Ia menyoroti kerja tim Reserse yang berhasil menangani kasus-kasus besar, termasuk kasus Feni Ere yang mencuat ke ranah nasional. “Itu bukan perkara mudah, tetapi soliditas tim membuahkan hasil,” katanya.
Di sisi lain, AKBP Dedi Surya Dharma—yang sebelumnya menjabat Kapolres Enrekang—membuka sambutannya dengan semangat membangun kolaborasi. Ia menyampaikan komitmen untuk menjadikan Polres Palopo sebagai institusi yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Saya percaya, keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi bagaimana membangun kepercayaan publik. Itulah yang akan menjadi prioritas kami ke depan,” tutur Dedi.
Dengan latar belakang kepemimpinan yang kuat dan rekam jejak panjang di dunia kepolisian, AKBP Dedi kini memikul harapan baru warga Palopo. Peralihan ini pun menjadi momentum tidak hanya untuk berganti peran, tetapi juga memperkuat jalinan sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat.





