Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Baje’, Dicari Namun Kerap Terlupakan
Kuliner

Baje’, Dicari Namun Kerap Terlupakan

Redaksi
Redaksi Published 13 Desember 2011
Share
2 Min Read
kkgjthr
SHARE

Baje’ merupakan makanan tradisional kota palopo yang cukup popular di kalangan masyarakat local, nasional, bahkan mancanegara.Makanan tradisional ini banyak dijajakan di jalan poros palopo – toraja tepatnya di kelurahan Battang Barat.

Pada perkembangannya saat ini, bagi masyarakat kelurahan Battang Barat utamanya para Ibu Rumah tangga berjualan baje’merupakan usaha yang cukup potensial. 100 persen Ibu rumah tangga di kelurahan Battang Barat terjun ke usaha pembuatan dan penjualan Baje’, bahkan sekitar 20 persen remaja putus sekolah juga ikut berjualan baje’, lagi – lagi persoalan financial menjadi penyebab utamanya.

Produksi baje’ dalam sehari mampu menghabiskan minimal 2 liter bahan baku yang kemudian diolah menjadi beberapa jenis Baje’, seperti : Baje Kacang, Baje Kotu, Baje paket dan baje bandong. Dengan harga bervariasi antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu perbungkusnya. Baje tetap menjadi jajanan utama masyarakat dan wisatawan.

Beberapa tahaun terakhir ini baje’ menjelma menjadi makanan yang sangat diburu dan dicari sehingga jumlah permintaan tak lagi sesuai dengan jumlah produksi. Keterbatasan produksi masyarakat disebabkan oleh keterbatasan Modal yang mereka miliki. Program kredit usaha PNPM Mandiri dan Koperasi menjadi pilihan utama peminjaman modal usaha walaupun dengan bunga yang cukup menjerat. bahkan bunga yang diberikan Koperasi  sampai pada kisaran bunga 20 persen.

Salah seorang pembuat dan penjual Baje’, Ibu Jumarni mengatakan “Sampai saat ini tidak pernah ada bantuan dari pemerintah terkait dengan usaha kami”. Menurutnya, seharusnya pemerintah mampu memberdayakan dan memberikan bantuan karena usaha ini memiliki prospek yang baik dan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Palopo .

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

PNS di Wajibkan Ikuti Pembinaan Mental dan Spiritual

Mapala STIEM Palopo Gelar Donor Darah dan Pengobatan Gratis

Kamera Jurnalis Sempat Disandera Saat Tawuran di Mancani

Polres Palopo Musnahkan Ribuan Botol Miras

Nurhaeni, Perempuan Pertama yang Jadi Ketua DPRD Palopo

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Demo Anti Korupsi di Palopo Berujung Bentrok
Next Article Truk tabrak Bengkel di Telluwanua

You Might Also Like

Ekonomi

Pemkot Palopo Akan Bangun Gedung Klinik Bisnis PLUT

24 September 2013
Metro

Pemkot Palopo Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadhan

2 Maret 2025
Ekonomi

PK-5 PNP Direlokasi, Retribusi Tetap Jalan

22 September 2014
Metro

Pimpin Apel Terakhir, Tenriadjeng Ucapkan Terima Kasih

3 Juni 2013
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?