DPRD siap melakukan pengawasan pada pelaksanaan anggaran bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp13 miliar yang diperuntukan menangani bencana banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Luwu Utara (Lutra).
Alokasi dana dari BNPB tersebut digunakan membayai rehabilitasi beberapa sarana dan prasarana yang rusak pasca bencana di enam kecamatan di Lutra. Keenam daerah tersebut di antaranya, Kecamatan Mappideceng, Kecamatan Bonebone, Kecamatan Malangke, Kecamatan Malangke Barat, dan Kecamatan Masamba. Item kegiatan yang dibiayai anggaran bencana ini meliputi jalan, jembatan, dan pengairan.
Ketua DPRD Lutra, Basir mengatakan dimana sebagai legislatif pihaknya memiliki hak sepenuhnya untuk melakukan pengawasan terhadap pengelolaan anggaran yang dikelola oleh Eksekutif, melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), baik Dinas, Badan, Bagian maupun Kantor.
“Jadi, pengawasan yang dilakukannya bukan hanya realisasi penggunaan anggaran, namun juga pelaksanaan program yang tepat sasaran ataupun pelaksanaan program yang realistis seperti pada pelaksanaan proyek baik fisik maupun non fisik. Misalnya saat ini kita terus melakukan pengawalan pada dana bantuan dari BNPB pusat sekitar Rp13 Miliar untuk membiayai rehabilitasi sarana-prasarana yang rusak karena bencana banjir di Lutra,” kata Basir, Jumat (1/3/13).
Menurutnya, DPRD tidak ingin adanya SKPD yang memanfaatkan peluang untuk menggunakan anggaran pada kepentingan yang tidak tepat, sebab seluruh pelaksanaan program harus sesuai dengan perencanaan yang telah dijabarkan sebelumnya. ” Untuk itu kami akan selalu melakukan Sidak terhadap pelaksanaan program yang dilakukan oleh masing-masing SKPD,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lutra, Andi Eviana mengatakan bantuan dana bencana yang berasal dari pusat tersebut akan digunakan membiayai sarana dan prasarana yang rusak pasca bencana alam beberapa tahun terakhir.
Seperti pembangunan sarana ruas jalan di Mappideceng dengan Kapidi, peninggian badan Jalan Pongko dengan Lino, peninggian badan jalan Toradda dengan Pongo, peninggian badan jalan Rakki-rakki dengan London.
“Selain itu, peninggian badan jalan Amassangang dengan Waelawie, peninggian badan jalan di Cenning Wara, rehabilitasi tanggul Sungai Bungadidi, rehabilitasi tanggul Sungai Rongkong di Desa Lembang-Lembang,” kata Eviana.
Arief Abadi




