Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Diterjang Banjir, Petani Rumput Laut di Luwu Merugi
Metro

Diterjang Banjir, Petani Rumput Laut di Luwu Merugi

Redaksi
Redaksi Published 9 April 2013
Share
2 Min Read
SHARE

Sejumlah daerah di Tana Luwu, dalam pecan ini dilanda bencana banjir. Setelah Palopo dan Luwu Timur, kini giliran Desa pabbaresang, Kecamatan Bua, kabupaten Luwu yang direndam banjir sejak tiga hari terakhir.

Informasi yang dihimpun, banjir kembali menggenangi pemukiman warga malam tadi, sejak pukul 20.00 Wita. Banjir menggenangi Dusun labuang, dan Dusun Salukaroe, di Desa Pabbaresang. Menurut warga setempat, banjir kali ini sudah yang kedua kalinya sejak tiga hari terakhir.

Risal, salah seorang warga Desa pabbaresang mengatakan bencana banjir ini terjadi diduga akibat pndangkalan sungai yang tidak dikeruk oleh pemerintah. Padahal, pemerintah kabupaten Luwu sudah menjanjikan untuk melakukan pengerukan sungai sejak dua tahun terkahir, namun hingga kini, pengerukan sungai belum direalisasikan.

Akibat banjir, selain pemukiman, warga juga mengeluhkan tanaman umput laut mereka yang hilang akibat tersapu banjir.

Yani, salah seorang petani rumput laut di desa tersebut mengatakan akibat banjir, tidak hanya rumput laut yang sudah dipanen saja yang dibawa banjir, bahkan rumput laut yang masih berada di laut pun ikut hilang tersapu banjir.

“Kalau banjir, kami hanya bisa gigit jari, sebab tidak ada hasil yang kami dapatkan sama sekali, karena baik yang masih di laut maupun yang sudah dijemur disapu banjir sehingga kami merugi,” jelas Yani.

Staf pemerintah desa Pabbaresang, Razak mengatakan bahwa pendangkalan sungai tersebut beberapa bulan lalu telah dilakukan pengerukan dan pembuatan Bronjong. “Sudah dikerjakan pengerukan dan bronjong tetapi memang belum maksimal karena baru sekitar 100meter, dan pemerintah desa saat ini sudah mengusulkan penanggulangan banjir,” paparnya.

Menurut Razak, sejak banjir hari pertama, Sabtu (6/3/13) lalu, Pemerintah Kabupaten Luwu sudah menurunkan bantuan berupa air bersih kepada warga. (b)

Amran Amir

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Puluhan Masyarakat Wasuponda Datangi Gedung DPRD

PDAM Luwu Jamin tak Ada Kenaikan Tarif Air Tahun Ini

Sst…Tiga Tahun Lagi, Kota Palopo Akan Bebas Banjir

Hari Ini, KPU Luwu Mulai Sortir Surat Suara

BRI Dan Polres Lutim Gelar Sembako Murah

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Di Toraja, Ada Oknum Polisi Ditangkap Karena Narkoba
Next Article Bencana Banjir Masih Mengancam Tana Luwu hingga Mei

You Might Also Like

Metro

BKDD Lutra Wajibkan PNS Miliki KPE

29 Juni 2013
Metro

Nelayan Lampia Protes Tumpahan Minyak di Laut

8 Agustus 2014
MetroNews

Kota Palopo Raih Penghargaan Terbaik II Perencanaan Pembangunan Daerah

29 Maret 2018
Metro

Erwin : Karena PPK, Negara Jadi Rugi

26 Desember 2014
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?