Anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara (Lutra) mengharapkan Pemerintah daerah mengupayakan pembangunan pabrik pengolahan industri kakao berskala besar terbuka di Lutra.
“Kita berharap di Luwu Utara ini bisa terbangun sebuah pabrik yang khusus mengelola kakao. Alasannya, daerah ini merupakan sentra penghasil kakao terbesar di Sulsel,”kata anggota DPRD Lutra, Andi Suriadi, Selasa (30/4/13).
Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk memberikan nilai tambah kepada petani kakao dan memberikan rangsangan dalam peningkatan produksi kakao di Lutra.
“Selama ini kita hanya menjual biji coklat dalam bentuk gelondongan, yang hasilnya kurang, jika dibandingkan jika kita mengolah bahan baku tersebut menjadi makan coklat,” ujar ketua Fraksi Golkar Lutra ini.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koperindag, Erna Zheta Rusman melakukan kunjungan potensi kakao dan industri pengolahan kakao di Lutra.
Kunjungan itu diawali ke KUB Sibali Resoe, didampingi Sekretris daerah Ir Mudjahiddin Ibrahim, Kadis Hutbun, Ir Mahfud, PLT Kadis Koperindag, Taslim dan Direktur KUB Sibali Resoe, H Baharuddin.
Erna mengatakan, bahwa kunjungan ke Luwu Utara dalam rangka melihat pontensi kakao dan industri pengolahan kakao. “Memang Kakao di Lutra cukup menjanjikan, dan termasuk pengolahan kakao menjadi coklat,” kata Erna.
Terkait dengan industri pengolahan kakao, Kemeterian Koperindag akan melakukan program hilirisasi industri termasuk pengolahan kakao di Lutra.
“Insya Allah pada tahun ini, akan kita ajukan untuk dibantu peralatan industri,” katanya.
Masih kata Erna, apa yang telah dilakukan KUB Sibali Resoe dalam mengolah kakao menjadi sejumlah produk makanan sudah baik.
“Kita akan upayakan agar industri ini lebih meningkat, dan kita berharap Lutra menjadi pusat industri coklat di Indonesia, dan ini akan meningkatkan pengahasilan masyarakat. Tinggal bagaimana sistem pemasaran agar bisa lebih dimantapkan,” pungkasnya.
Arief Abadi




