Menghimpun dukungan masyarakat sebanyak-banyaknya dalam Pemilu, ternyata membutuhkan modal yang besar untuk bisa lolos menjadi anggota legislatif. Dana puluhan bahkan ratusan juta rupiah wajib disediakan untuk bisa menjadi Calon Legislatif (Caleg).
Seperti penuturan Irsyad Jafar, salah seorang Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Luwu kepada luwuraya.com, mengatakan dirinya menyiapkan dana hingga Rp 70 juta sebagai ongkos politik menjadi Caleg tahun ini.
“Kalau untuk persiapan Pemilu mendatang, saya mempersiapkan hingga Rp 70 juta, itu sudah termasuk biaya sosialisasi dan operasional,” kata Isryad.
Menurutnya, dana tersebut bukan untuk money politik atau semacamnya.
“Itu konsekuensi politik yang memang wajib disiapkan bagi mereka yang akan maju sebagai Caleg, bahkan ada yang melebihi yang sampai ratusan juta rupiah,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Ikhsan Sanusi, juga Caleg dari Partai Gerindra mengatakan kos poitik tersebut relatif dan tergantung dari Calegnya, bisa saja dana yang disiapkan ebih besar lagi.
“Kalau saya maksimal dana yang disiapkan Rp 70 juta, dan sebagai caleg yang pernah menjadi anggota DPRD basis-basis suara kami masih solid, sehingga tidak harus banyak baliho,” ujar Ikhsan.
Ikhsan menambahkan, biasanya Caleg wajah baru akan mengeluarkan dana yang lebih besar untuk melakukan sosialisasi, menurutnya Rp 150 juta saja masih kurang, belum lagi untuk Caleg tingkat Provinsi maupun pusat yang tentu saja harus menyiapkan dana berkali-kali lipat. (b)
Haswadi




