Aris Tikupadan, warga Jl Pongtiku, Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo adalah satu dari 34 korban longsornya terowongan bawah tanah di PT Freeport Indonesia, Papua, Selasa (14/5/13).
Yertin, salah seorang adik sepupu korban menuturkan, informasi bencana tersebut diketahuinya setelah melihat tayangan di televisi, kemudian Yertin menghubungi keluarganya di Papua, dan benar saja, Aris bekerja di terowongan yang longsor tersebut.
“Sampai saat ini kami belum mengetahui nasib Aris, karena dari 10 korban yang sudah dievakuasi semuanya meninggal dunia dan pihak PT Freeport belum memberikan hasil identifikasi siapa saja yang meninggal itu,” kata Yertin.
Hingga saat ini Yertin dan keluarganya terus berupaya menghubungi pihak Freeport untuk mengetahui proses evakuasi korban.
“Kami terus berdoa dan berharap, semoga Aris selamat dari bencana tersebut,” ujarnya.(*)
Haswadi




