Adanya wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Luwu Timur.
Dari pantauan di beberapa pasar tradisonal, rata-rata kenaikan sembako bervariasi mulai dari Rp500 hingga Rp1.600.
Salah seorang pedagang di pasar Wotu, Hilda yang ditemui mengatakan dirinya menaikkan harga barang yang dia jual disebabkan karena harga barang yang dia beli dari distributor juga naik.
“Terpaksa kami naikkan harga barang sebab di tingkat distributor juga naik,” ungkap Hilda pedagang campuran di pasar Wotu.
Kepala Dinas Koperasi dan Perindustrian (Koperindag) Luwu Timur, Syahidin Halun yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan melakukan operasi pasar dalam dekat ini.
“Paling lambat pekan depan kami akan segera turun ke lapangan memantau gejolak harga barang mulai dari distributor hingga para pengecer. Dalam operasi pasar nantinya pihak kami juga akan mengecek makanan dan minuman kedaluarsa serta melakukan tera ulang terhadap timbangan yang digunakan para pedagang di pasar,” ungkap Syahidin.
Menurut Syahidin, kenaikan harga sembako dipicu dengan adanya wacana kenaikan harga BBM. Selain itu, memasuki bulan Ramadhan, kebutuhan konsumen yang tinggi juga menjadi salah satu pemicu terjadinya kenaikan harga barang di pasaran.
“Wacana kenaikan BBM adalah pemicu kenaikan harga. Kebutuhan pokok menjelang Puasa dan Lebaran tetap tersedia. Kami terus berkoordinasi dengan para distributor guna memperlancar pasokan barang,” ungkap Syahidin.
Alpian Alwi




