Peristiwa tidak menggenakkan kembali dialami jurnalis di Kota Palopo. Kejadian itu yakni saat digelar rapat konsultasi antara DPRD Palopo dengan tim dari Pemerintah Kota Palopo, yang digelar di Kantor DPRD Palopo, siang tadi.
Rapat yang awalnya berlangsung lancar tersebut, berubah suasannya ketika Ketua DPRD Palopo, Tasik meminta kepada Wakil Ketua II DPRD Palopo, Amiruddin Alwi untuk mengusir wartawan dari ruangan. Ironisnya, perintah untuk mengusir wartawan itu dilakukan, bertepatan saat tim dari Pemerintah Kota Palopo memulai untuk membahas persoalan anggaran yang akan digunakan untuk pelantikan Wali Kota Palopo mendatang.
“Kalau memang rapat ini tertutup, kenapa sejak awal tidak dibahasakan saja jika rapat tersebut tertutup, agar kami dari jurnalis tidak masuk untuk meliput, nanti setelah memasuki pembahasan masalah anggaran baru wartawan diusir,” ujar Iswandi Ismail, salah seorang wartawan di Kota Palopo.
Menurut Iswandi, hal ini tentu saja mengundang kecurigaan, kenapa untuk pembahasan anggaran tidak boleh diperdengarkan kepada wartawan.
Sementara itu, Tasik yang coba dikonfirmasi via telepon tidak berhasil dihubungi. Nomor telepon yang biasa dihubungi dalam kondisi tidak aktif.
Asdhar




