Jika ada interupsi dan walkout dalam sidang paripurna di DPRD, itu adalah hal biasa. Namun, kejadian ini cukup menarik disimak, sebab interupsi yang berujung aksi walkout dilakukan oleh Ketua Fraksi PKS Lutim, Suardi Ismail karena menuding Ketua DPRD Lutim Muhammad Siddik BM sudah bukan berstatus lagi sebagai anggota DPRD, kok bisa?
Insiden ini bermula saat Rapat Paripurna DPRD Lutim yang mengagendakan mendengar pandangan fraksi soal LKPJ Bupati Lutim tahun 2012. Saat baru dibuka, sidang yang juga dihadiri oleh Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma, dan Wakil Bupati Lutim, Muhammad Thorig Husler, langsung diinterupsi oleh Suardi.
Dia menilai, keberadaan pimpinan sidang, Muhammad Siddiq BM, selaku pelaksana tugas Ketua DPRD Luwu Timur cacat hukum. Hal itu lantaran Siddiq dinilai telah mengajukan pengunduran diri selaku Anggota DPRD Luwu Timur.
“Saya kira Rapat paripurna hari ini cacat hukum, karena saudara pimpinan sidang telah mengundurkan diri sebagai anggota DPRD dan tidak berhak memimpin sidang dan hal ini melanggar tata tertib,” ungkap Suardi dalam interupsinya.
Mendengar interupsi tersebut, Siddik mempersilahkan Suardi meninggalkan ruang sidang karena dinilai hanya menghalangi-halangi agenda rapat paripurna.
“Hanya keputusan pengadilan yang bisa dijadikan acuan untuk menentukan status pimpinan sidang. Jika saudara Suardi Ismail tidak puas silahkan menggugat dan saya akan laporkan saudara ke pihak kepolisian karena telah menghambat agenda persidangan demi kepentingan publik,” ungkap Siddik.
Beberapa anggota DPRD lainnya juga mencoba menenangkan situasi tetapi Ketua Fraksi PKS terus melayangkan interupsi yang berujung pada walkout Suardi dari ruang paripurna.
“Silahkan pihak pengamanan DPRD mengawal saudara Ismail keluar dari ruang sidang,” ungkap Siddik.
Saat insiden itu terjadi, tampak anggota DPRD Lutim beserta para undangan yang lain, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Lutim serta sejumlah Muspida dan kepala SKPD yang hadir dalam paripurna hanya bisa tertunduk menyaksikan perdebatan antara pimpinan sidang dan Ketua Fraksi PKS itu. Namun, setelah Suardi meninggalkan ruangan sidang, sidang paripurna itu pun dilanjutkan kembali.
Alpian Alwi




