Muhammad Saldi, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Palopo ini terpaksa harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading Palopo setelah dipukuli aggota Polisi.
Informasi yang dihimpun luwuraya.com dari berbagai sumber menyebutkan, peristiwa pemukulan itu terjadi ketika Saldi bersama beberapa orang temannya ikut menyaksikan aksi balapan liar di Jl Imam Bonjol, Kota Palopo sekitar pukul 11.00 Wita, Rabu (17/07/13). Tak lama berselang, tiba-tiba datang sejumlah anggota Polisi untuk membubarkan balapan liar tersebut.
Jamal Syarif, seorang aktifis hokum di Kota Palopo menyesalkan tindakan arogansi polisi saat mnertibkan pelaku balapn liar, harusnya menurut Jamal, polisi mengedepankan sikap persuasive, bukan dengan cara kekerasan yang justru akan melahirkan masalah baru.
“Korbannya bukan pelaku balapan liar, kebetulan saja dia melintas dan mampir menyaksikan balapan liat tadi, malah dia yang jadi korban dipukuli polisi,” kata Jamal.
Jamal menambahkan, dirinya bersama keluarga korban akan melaporkan anggota polisi tersebut ke Unit Pelayanan Pengaduan dan Penegakkan Disiplin (P3D) Polres Palopo.
Saat ini, Saldi masih dirawat intensif di RSUD Sawerigadig Palopo, rencananya hari ini Saldi akan dioperasi karena mengalami luka cukup serius pada bagian matanya.
Kapolres Palopo, AKBP Muhammad Guntur belum memberikan tanggapan apapun terkait dugaan pemukulan yang dilakukan anggotanya saat menertibkan balapan liar.(*)
Haswadi




