Ismail Wahid, seorang aktifis pemuda di Kabupaten Luwu menilai pernyataan Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Burhanuddin Andi terkait pembentukan Kabupaten Luwu Tengah, tidak terkait dengan ranah politik. Menurutnya, pernyataan Kapolda tersebut tentang Luwu Tengah berkaitan langsung dengan stabilitas keamanan di Kabupaten Luwu, jelang pemilihan Kepala Daerah, dan disusul pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden.
“Kami menilai pernyataan Kapolda terkait pembentukan Luwu Tengah dimanfaatkan pihak tertentu untuk mendongkrak popularitasnya menjelang Pemilihan legislatif, Kapolda sendiri mengakui jika Luwu tengah itu adalah ranahnya DPR-RI,”ujar Ismail saat dikonfirmasi luwuraya.com.
Pembentukan Kabupaten Luwu Tengah menurut Ismail perlu didukung dan diperjuangkan, namun jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik.
“Prihatin jika pernyataan Kapolda dikaitkan ke ranah politik, sehingga seolah-olah polisi juga ikut campur dalam ruang lingkup politik,”ungkapnya.
Disebutkan ismail, kunjungan kerja yang dilakukan Kapolda ke Kabupaten Luwu perlu diapresiasi, sebagai langkah-langkah preventif jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Luwu mendatang. Burhanuddin Andi mengharapkan agar pesta demokrasi yang akan dihelat di Kabupaten Luwu tanggal 18 September nanti tidak dicederai, dan peristiwa yang terjdi di Kota Palopo tidak terulang di Luwu dan daerah lain di Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya.(*)
Haswadi




