Warga Sorowako yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Asli Sorowako (LMAS) dan Forum Komunikasi Pemuda Asli Sorowako (FKPAS), mendesak kepada PT Vale Indonesia untuk segera menutup fasilitas F-Lagoon, yang merupakan kawasan pembuangan limbah rumah tangga oleh perusahaan.
Desakan tersebut merujuk pada kesepakatan antara masyarakat dengan PT Vale Indonesia pada 13 juni lalu, dimana perusahaan telah menyepakati untuk segera menutup fasilitas F-Lagoon tersebut.
Ketua LMAS, Andi Karman mengatakan pihaknya sudah pernah melayangkan surat kepada manajemen PT Vale Indonesia, per tanggal 10 Juli lalu, terkait desakan untuk merealisasikan kesepakatan penutupan fasilitas F-Lagoon itu.
“Elemen masyarakat Sorowako meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur agar tidak mengeluarkan rekomendasi untuk perpanjangan kontrak karya sebelum dipenuhi kesepakatan yang telah dilakukan pada tanggal 13 Juni 2013,” ungkap Karman.
Dia pun memberikan bats waktu kepada manajemen PT Vale Indonesia hingga 30 Agusutus mendatang agar segera merealisasikan penutupan kawasan F-Lagoon itu., “Jika perusahaan tidak juga mengindahkan, maka kami akan menutup langsung area itu dan akan melakukan demonstrasi besar-besaran,” ujar Karman.
Untuk diketahui, fasilitas F-Lagoon adalah kawasan pembuangan limbah rumah tangga oleh PT Vale Indonesia yang dimanfaatkan oleh 15 fasilitas perusahaan seperti rumah sakit dan bandara. Lokasi F-Lagoon itu sendiri adalah bangunan lama yang berada di kawasan perumahan.
Awalnya, protes warga ini dilakukan akibat bau menyengat dari pengolahan limbah rumah tangga milik PT Vale Indonesia itu. Dalam sejumlah pertemuan, PT Vale Indonesia telah menyanggupi untuk segera menutup F-Lagoon itu dengan solusi pembangunan lagoon-lagoon di masing-masing fasilitas milik perusahaan. Sayangnya, kesepakatan itu belum juga direalisasikan oleh PT Vale Indonesia hingga saat ini.
Alpian Alwi