Jika sebelumnya riak desakan sejumlah warga dari Lembaga Masyarakat Asli Sorowako (LMAS) dan Forum Koordinasi Pemuda Sorowako (FKPAS) yang mendesak penutupan fasilitas pembuangan limbah F-Lagoon milik PT Vale Indonesia, kini justru muncul kelompok masyarakat yang menyatakan menolak penutupan fasilitas tersebut.
Informasi yang dihimpun, warga perumahan di kompleks F, yakni yang berada dekat dengan fasilitas kawasan F-Lagoon ini, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat akan melakukan perlawanan jika rencana penutupan F- Lagoon tersebut dilakukan.
“Kenapa baru sekarang mereka mau melakukan penutupan. Olehnya itu kami meminta kepada Pemerintah daerah agar tidak tinggal diam dan harus segera turun tangan untuk memediasi persoalan ini,” ungkap Wahyuddin, salah seorang warga perumahan kompleks F, kepada wartawan, Rabu (04/09/13) siang tadi.
Selain Wahyuddin, sejumlah warga lainnya juga mendesak Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Luwu Timur agar melakukan investigasi dan memeriksa sampel limbah F- Lagoon yang diduga telah mencemari Danau Matano.
“Jika memang terjadi pelanggaran lingkungan akibat limbah F- Lagoon yang dibuang ke danau Matano, maka kami akan ikut mendukung terkait rencana penutupan F-Lagoon ini, tetapi jika masih dalam batas toleransi, maka keberadaan F-Lagoon harus tetap dipertahankan,” ungkap Zul, salah seorang warga Sorowako lainnya.
Sekedar diketahui, F- Lagoon adalah pusat pengolahan limbah rumah tangga yang saat ini masih dimanfaatkan sejumlah fasilitas umum milik PT. Vale seperti Rumah sakit, Bandara, dan pasar F. selain itu limbah rumah tangga sekitar 500 lebih KK yang berdomisili di perumahan F juga masih memanfaatkan keberdaan F-lagoon tersebut.
Sebelumnya, sejumlah warga dari LMAS dan FKPAS mendesak kepada PT Vale Indonesia untuk menutup fasilitas F-Lagoon itu. Mereka bahkan mengancam akan menutup paksa fasilitas tersebut jika pihak perusahaan tidak menanggapi serius desakan mereka.
Hal ini tentu saja menimbulkan kerawanan akan terjadinya konflik antar warga, yang pro maupun kontra, sehingga diharapkan keterlibatan pemerintah untuk memfasilitasi hal tersebut.
Alpian Alwi
RALAT:
-Terjadi kesalahan penulisan pada berita ini, yakni pada paragraf pertama tertulis ‘Kerukunan Warga Asli Sorowako (KWAS)’, yang seharusnya adalah ‘Lembaga Masyarakat Asli Sorowako (LMAS)’. Kami memohon maaf atas kesalahan tersebut, dan berita ini telah kami edit sesuai dengan perbaikannya. Terima kasih




