Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu 2014-2019, Basmin Mattayang-Syukur Bijak (BAIK) menggelar kampanye akbar di lapangan Lamasi, Kecamatan Lamasi, Luwu, 10/09/13. Lamasi menjadi lautan manusia dari massa simpatisan dan pendukung BAIK yang hadir dengan estimasi sekitar 35 ribu massa.
“Kita jadikan Lamasi sebagai lautan manusia. Puluhan ribu orang hadir di sini, untuk menghukum pemimpin yang ingkar janji, dan kita ganti dengan pemimpin yang BAIK,” kata master campaign BAIK, Hamka Hidayat.
Calon Bupati Luwu, Basmin Mattayang, mengatakan jika terpilih menjadi Bupati Luwu ia berjanji dalam waktu satu tahun akan terbentuk menjadi kabupaten Luwu Tengah.
“Apabila janji tersebut tidak terealisasi maka pasangan Baik, siap mewakafkan gajinya selama lima tahun,” ujar Basmin.
Selain itu ia juga berjanji akan membangun kantor satu atap di Walmas yang nantinya akan menjadi kantor Bupati Luwu Tengah.
Dalam orasi politiknya, Basmin juga menyinggung disclaimer yang dialami pemerintah kabupaten Luwu saat ini.
Dalam kampanye tersebut, hadir tokoh masyarakat Samsul Sabbea, Arsalam Fatha, dan tokoh-tokoh lainnya. Mereka bergantian orasi mengkampanyekan pasangan bernomer urut 1.
“Kekeliruan dalam memilih calon pemimpin Kabupaten Luwu akan berakibat fatal. Pengalaman pahit periode 2009 hingga sekarang, jangan sampai terulang lagi. Adalah fakta bahwa Luwu saat ini merosot dan kurang diperhitungkan, diperparah lemahnya sikap pemerintah mensejaherahkan rakyat Luwu,” ujar Samsul Sabbea.
Senada dengan yang diucap Samsul, Arsalam Fatha menilai Luwu sejak tahun 2009 hingga saat ini seakan jalan di tempat. Bandara, pelabuhan, irigasi, rumah ibadah dan beberapa infrastruktur lainnya yang telah dirintis pembangunannya oleh bupati sebelumnya terbengkalai, tidak dilanjutkan. Masyarakat pun jadi korban ketertinggalan berbagai aspek. Baik aspek ekonomi, pendidikan, sosial dan sebagainya.
“Jika ini terulang lagi, maka Pilkada Luwu hanya memperkaya penguasa, bukan memilih untuk kesejahteraan rakyat sendiri,” ketus Arsalam.
Hamka mengungkapkan, inilah alasan fakta yang membuat Basmin ingin kembali memperjuangkan Luwu dengan menggandeng Syukur Bijak, wakil bupati sekarang yang kecewa terhadap kebijakan-kebijakan pasangannya.
“Kehadiran Basmin Mattayang-Syukur Bijak pada Pilkada Luwu kali ini bukan dengan taburan janji-janji bohong, bukan pula karena nafsu kekuasaan. Namun karena idealisme perjuangan yang tak kenal menyerah demi rakyat Luwu sendiri. Segudang karya, berbagai prestasi, semata-mata demi rakyat Luwu,” kata Hamka.
Sebelum kampanye akbar dilakukan di Lamasi, pagi harinya BAIK juga menggelar Jalan Sehat yang diikuti ribuan peserta. Jalan Sehat BAIK tersebut dikonsentrasikan di lapangan Andi Jemma, dan finish di lapangan Opu Dg Risaju.
“Sebelumnya, kami sampaikan permohonan maaf seluas-luasnya pada masyarakat Luwu dan pengguna jalan secara umum, bila kegiatan kami mengganggu kenyamanan dalam berlalu lintas. Kita semua berharap, akan ada kepemimpinan yang baik bagi masyarakat Luwu yang akan memberikan kenyamanan dan kebaikan untuk lima tahun ke depan,” pungkasnya.(*)
Ist/Haswadi




