Aksi perusakan biota laut dan terumbu karang di wilayah perairan Luwu Timur, kembali marak menyusul keluhan sejumlah nelayan di daerah itu yang kerap kali melihat pengeboman ikan yang dilakukan orang tak bertangung jawab.
“Sejak dua pekan terakhir kami resah akibat ulah sejumlah orang yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak di sekitar perairan Angkona, Malili, Wotu dan Burau,” Amiruddin Kaseng, salah seorang nelayan Angkona kepada wartawan di Malili.
Pernyataan senada juga dikemukan Arifin, nelayan Malili yang mengaku kerap memergoki nelayan yang disinyalir berasal dari luar Luwu Timur melakukan illegal fishing yang menyebabkan rusaknya terumbu karang, rumah ikan beserta biota laut lainnya.
“Daerah tangkapan ikan yang tersebar di 4 daerah pesisir Lutim tinggal sedikit sejak maraknya penggunaan bom ikan,” keluh Arifin.
Olehnya itu, para nelayan mendesak dinas terkait untuk melakukan razia dan pemeriksaan terhadap sejumlah kapal penagkap ikan yang berdatangan dari luar dan menggunakan bahan berbahaya seperti bom dan sejenisnya.
Menanggapi hal permintaan ini, Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana berjanji akan segera mengefektifkan operasi pengamanan di wilayah perairan Luwu Timurdalam waktu dekat.
“Kami sangat berterima kasih dengan adanya informasi dan permintaan dari para nelayan yang terusik akibat aksi pengeboman ikan. Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas kelautan dan perikanan Luwu Timur melakukan operasi dan razia di wilayah perairan,” ungkap Rio.
Alpian Alwi




