Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu Timur, H. Husman diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) sebesar Rp.2 juta per Jamaah Calon Haji (JCH). Sementara JCH sebanyak 125 orang yang telah dijadwalkan akan berangkat pada 4 Oktober 2013 mendatang.
Dari 125 orang JCH ini masing-masing, jamaah laki-laki sebanyak 49 orang, satu orang petugas Tenaga Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan jamaah perempuan sebanyak 75 orang.
“Pungutan yang telah ditentukan oleh kementrian agama luwu timur sangat besar dan membebani jamaah haji yang memiliki dana yang sangat pas-pasan. Dengan adanya ketentuan itu, Mau tidak mau ketentuan itu pastinya jamaah akan tetap mengikuti. Kasihan masyarakat yang niatnya tulus untuk menunaikan ibadah haji sementara ada pihak kementrian agama ingin memanfaatkan momen ini. Bukankah ini masuk dalam kategori pungutan liar (Pungli) sebab tanpa disepakati oleh jamaah haji. Rencananya jamaah ingin mempertanyakan anggaran ini namun kepala Kemenag lutim beralasan ada undangan dari DPRD,” ungkap Jamal salah seorang pengurus Masjid di Luwu Timur.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu Timur, H. Husman yang ditemui wartawan membantah jika biaya yang dibebankan oleh setiap Jamaah Calon Haji (JCH) senilai Rp.2 juta adalah pungutan liar (Pungli). Menurutnya, biaya tersebut berdasarkan hasil rapat dari pihak Kementrian Agama (Kemenag) bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) beberapa hari yang lalu.
“Draf anggaran memang dari Kementrian agama senilai Rp2 juta per jemaah haji, namun kami tidak serta merta langsung memutuskan. Olehnya itu, kami mendorong kembali ke Pemerintah Daerah (Pemda) untuk direvisi sehingga hasil rapat tersebut disepakati. Sekali lagi ini bukan pungutan liar (pungli) dan bukan inisiatif oleh Kementrian Agama melaingkan hasil rapat dengan Pemerintah Daerah. Sementara Anggaran ini merincian, Pra pemberangkatan, pemberangkatan dan pemulangan jamaah,” ungkap Husman.
Sekedar diketahui, Sebanyak 125 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) dijadwalkan berangkat pada 4 Oktober 2013 mendatang dengan menggunakan lima unit armada. Pemberangkatan dan pelepasan jemaah haji rencananya akan dipusatkan di Mesjid Agung Malili, termasuk juga pengawalan dan persiapan keamanan, serta akomodasi peserta. Sementara pada tanggal 5 Oktober 2013 JCH sudah harus masuk ke Asrama Haji Sudiang.
Alpian Alwi




