Rencana relokasi pedagang es di depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palopo yang sedianya dilaksanakan Jumat (1/11) hari ini, akhirnya ditunda pelaksanaannya. Hal ini setelah Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pro Keadilan melakukan demonstrasi di Kantor DPRD Kota Palopo, yang menolak rencana relokasi tersebut.
“Para pedagang memiliki logika ekonominya sendiri. Dimana ramai orang yang lewat, tentu disitu ada pembeli. Oleh karena itu, pemerintah jangan menghalangi para pedagang untuk berusaha di tempat itu”, kata Rudi Rasyid, salah seorang perwakilan demonstran.
Menanggapai pernyataan para demonstran, Kasatpol PP Kota Palopo, Ade Chandra mengatakan bahwa Pemerintah Kota Palopo tidak menghalangi masyarakat untuk berusaha. Menurutnya Pemkot hanya mengatur agar keindahan dan keamanan pengguna jalan, khususnya di depan KPP Pratama agar dapat lebih terjaga.
“Pendekatan penertiban kami adalah pendekatan persuasif, kami merelokasi dengan tetap menyiapkan lokasi baru di samping Kantor Dishubkominfo di Jalan Andi Pawesiang. Kami sudah melengkapi apa-apa yang dibutuhkan para pedagang sesuai hasil diskusi beberapa waktu yang lalu,” kata Ade.
Dalam dialog yang digelar di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Kota Palopo terungkap bahwa ternyata rencana penertiban ini telah sejak lama direncanakan oleh Pemkot Palopo.
“Sejak awal tahun ini, kami sudah menyurati para pedagang yang ada di depan KPP Pratama. Namun karena kantor kami terbakar, arsip surat tersebut juga ikut terbakar. Jadi, penertiban ini bukanlah kebijakan yang mendadak”, ujar Ade.
Menurutnya, lokasi baru yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi awal itu juga diyakini sangat strategis. Sehingga para pedagang jangan khawatir untuk berkurangnya pembeli pada saat pindah ke tempat baru.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Palopo, Taming M Somba, yang memimpin langsung penerimaan aspirasi itu berharap pemerintah kota bisa memberikan ruang bagi para pedagang untuk membahas persoalan ini dengan pendekatan persuasive.
Dalam pertemuan itu, disepakati oleh seluruh pihak untuk digelar pertemuan lanjutan dengan menunda rencana relokasi yang akan dilakukan hari ini.
Haris




