Sial bagi Sri Wahyuni, gadis cantik yang masih berstatus pelajar di SMA Negeri 2 Belopa ini harus berurusan dengan polisi ketika tertangkap akan mengikuti ujian CPNS kategori 2 di Kota Palopo. Pasalnya, kartu ujian yang dipegang oleh Sri bukan atas nama dirinya, melainkan atas nama orang lain.
Peristiwa ini terungkap di Gedung SMK Negeri 1 Palopo, saat pengawas ujian memeriksa dengan teliti kartu ujian milik Ritha Haspester, peserta CPNS kategori 2 dari Dinas Perhubungan Kota Palopo, yang dinilai ada kejanggalan, sebab foto peserta tidak sama dengan wajah pemegang kartu itu.
Karena curiga, petugas pun membawa pelaku ke Kantor Kepala SMK Negeri 1 Palopo untuk dimintai keterangan, dan akhirnya pelaku pun mengakui bukan sebagai peserta tes.
Dihadapan petugas, Sri akhirnya mengaku jika tindakannya mengganti peserta ujian itu dilakukan lantaran kasihan terhadap pemilik kartu ujian yang diakuinya sebagai ibu angkat, yang saat ini sedang dalam kondisi sakit. Namun, belakangan Sri mengaku masih terlibat hutang piutang dengan pemilik kartu sehingga dirinya nekat bertindak sebagai joki dalam tes tersebut.
Namun polisi dan pengawas tidak begitu saja mempercayai, sehingga membawanya ke kantor polisi guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu kepala SMK Negeri 1 Palopo, Abdullah Saleng sangat menyesalkan kejadian ini, dimana masih ada saja orang yang mempergunakan jasa orang lain untuk kepentingan pribadinya.
Terungkapnya aksi joki ini berkat peran dan proaktifnya petugas dan panitia pengawas dalam menyeleksi para peserta yang mengikuti ujian ini.
Untuk diketahui, ujian CPNS kategori 2 di Kota Palopo diikuti sebanyak 3101 peserta di tujuh lokasi yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Palopo.
Jy/Asdhar




