Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Walenrang-Lamasi (Imwal) melakukan aksi demonstrasi di Jl poros Walenrang-Palopo, Selasa (5/11/13). Aksi puluhan mahasiswa Luwu ini dimulai sekitar pukul 9.30 Wita, sejumlah pengendara yang melintas terpaksa harus antre karena mahasiswa menutup sebagian badan jalan. Aparat Kepolisian dari Polsek Walenrang tidak bisa berbuat banyak.
Dalam aksinya, mahasiswa berusaha mengentikan sejumlah kendaraan roda empat yang melintas, termasuk menahan mobil mewah pajero sport berpelat B 91 RMA yang ternyata milik anggota DPR-RI, Bahrum Daido. Mahasiswa kemudian menahan kendaraan tersebut dan meminta agar Bahrum Daido yang kebetulan berada di atas mobil untuk turun dan ikut berorasi bersama mahasiswa yang memperjuangkan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah.
Didampingi sejumlah pengawalnya, Bahrum Daido yang bermaksud melakukan silaturahim di Walenrang terpaksa turun dan menemui mahasiswa. Legislator dari Partai Demokrat ini dipaksa untuk duduk melantai di aspal bersama mahasiswa dan diminta untuk menjelaskan proses perjuangan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah yang dikabarkan berkasnya hilang di Jakarta.
“Berkas permohonan pembentukan Luwu Tengah saya yang jemput dan antar di Komisi II DPR-RI, hanya saja tidak ada dari pihak Pemerintah Kabupaten Luwu yang serius mengawal berkasnya sehingga kami menilai Pemkab Luwu tidak serius,” kata Bahrum.
Bahrum juga menyebutkan pihaknya siap memfasilitasi masyarakat Luwu dan Pemkab Luwu untuk bertemu langsung dengan Komisi II DPR-RI dan membicarakan upaya pembentukan Kabupaten Luwu Tengah.
Usai berdialog dan menyampaikan orasinya dihadapan mahasiswa, Bahrum dilepas oleh mahasiswa dan melanjutkan perjalanannya.
Sementara itu, dalam orasinya, mahasiswa Imwal menyebutkan wacana pembentukan Luwu Tengah merupakan isu yang menggelitik dari masa ke masa, sejak tahun 2006. Dalam pembahasan Daerah Otonom Baru (DOB) Luwu Tengah tidak termasuk dalam pembahasan Komisi II DPR-RI.(*)
Haswadi




