Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau datang langsung ke lokasi demonstrasi mahasiswa di kecamatan Walenrang untuk menemui demonstran. Kedatangan orang nomor satu di Kedatuan Luwu itu salah satunya untuk mengimbau mahasiswa agar membuka akses jalan dan melakukan demonstrasi yang sesuai dengan aturan.
“Memang benar saya tadi menemui teman-teman mahasiswa, kami mencoba negosiasi agar akses jalan bisa dibuka oleh mereka,” ujar Maradang.
Menurutnya, pada dasarnya dirinya mendukung pembentukan Kabupaten Luwu Tengah, namun hal itu harus dilakukan dengan cara-cara yang elegan. “Kami tidak ingin ada dampak negatif yang ditimbulkan akibat demonstrasi ini, apalagi tadi saya dengar ada ultimatum dari pihak kepolisian yang memberi batas waktu hingga pukul 00.00 Wita, jangan sampai ada lagi korban berjatuhan,” tegasnya.
Meski begitu, dia mengaku belum ada titik temu dalam negosiasi dengan mahasiswa. “Kami akan terus komunikasikan hal ini,” tegasnya.
Selain itu dia juga menyampaikan kesepakatan pertemuan dengan unsur Muspida Kabupaten Luwu yang menyepakati untuk membentuk tim percepatan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. Salah satu isi kesepakatan itu yakni memfasilitasi 30 orang perwakilan masyarakat termasuk unsur mahasiswa, untuk bertemu dengan Komisi II DPR RI, dan menanyakan langsung kendala yang dihadapi dalam pembentukan Kabupaten Luwu Tengah.
“Keputusan yang diambil oleh unsur muspida ini cukup positif dalam rangka mengawal pembentukan Kabupaten Luwu tengah, jadi mari kita dukung bersama-sama keputusan tersebut,” ungkapnya.
Asdhar




