Pemerintah Kota Palopo memproyeksi penurunan jumlah pengangguran tahun 2014 sebesar 0,06 persen, dibanding proyeksi pada tahun ini.
Hal itu tertuang dalam Kebijakan Umum Rencana Kerja Pembangunan Menengah Daerah (RJPMD) 2013-2018 yang disampaikan dalam Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) RJPMD yang digelar di SaodenraE Convention Center (SCC), Senin (18/11/13) siang tadi.
Dalam Kebijakan Umum RJPMD Palopo, diproyeksikan total pengangguran terbuka pada tahun 2013 sebesar 8,37 persen, turun dari presentase jumlah pengangguran terbuka di tahun 2012 yang mencapai 8,44 persen, dari total jumlah penduduk di Kota Palopo yang pada tahun 2012 ditetapkan sebanyak 152.703 jiwa.
Di tahun 2014, jumlah pengangguran terbuka diproyeksikan sebanyak 8,31 persen, sementara untuk proyeksi tahun 2015 hingga 2018 berturut-turut sebesar 8,25 persen, 8,19 persen, 8,13 persen, dan 8,07 persen.
Melihat Proyeksi pengangguran terbuka tahun 2013 hingga 2018 yang ditetapkan dalam RJPMD Kota Palopo, tercermin upaya pemerintah menekan jumlah pengangguran di daerah ini masih dibawah target nasional yang ditetapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk tahun 2014 yang ditargetkan sebesar 5,6 hingga 5,8 persen. Sementara untuk tahun 2013 ditargetkan sebesar 5,8 hingga 6,1 persen.
Wali Kota Palopo, Judas Amir bersama Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin dalam berbagai kesempatan mengungkapkan jika pihaknya akan berupaya menekan angka pengangguran di daerah ini dengan sejumlah program andalan, seperti menyekolahkan pemuda Kota Plopo menjadi pelaut, dan program Kawasan Home Industri Andalan (Khilan).