Ratusan Narapidana di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Palopo mengamuk dan membakar Lapas. Selain membakar dan merusak ruang kerja staf petugas dan pegawai Lapas, Napi yang mengamuk juga sempat menyandera dua orang sipir Lapas.
“Ada dua orang rekan kami yang tidak sempat menyelamatkan diri saat napi mengamuk,” ujar salah seorang sipir yang ditemui luwuraya.com.
Kepala Pengamanan Lapas Palopo, Luther yang dikonfirmasi menyebutkan, pembakaran Lapas oleh napi ini terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Saat itu, Kepala Lapas Palopo, Sri Pamudji bersama KPLP, Luther melakukan inspeksi ke sejumlah ruang tahanan.
“Saat kami melakukan sidak, ada seorang napi yang mendekam di sel khusus tiba-tiba menyerang Kalapas dengan memakai sendok garpu, akibatnya, Kalapas luka pada bagian kepala sebelah kanan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit,” ujar Luther.
Luther menjelaskan, napi yang menyerang Kalapas berinisial R, tahanan kasus pencurian. R dijebloskan ke sel khusus karena berperilaku buruk dan sering melakukan pelanggaran selama menjalani masa hukuman.
“R sudah diamankan polisi, sedangkan anggota sipir yang disandera sudah dibebaskan,” katanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrokan dan kemarahan warga binaan ini bermula dari kekesalan narapidana terhadap peraturan yang diberlakukan oleh Kalapas Palopo yang dinilai mengesampingkan hak-hak narapidana.
“Kami minta Kalapas dan KLPL tidak masuk lagi di Lapas, dan berikan apa yang menjadi hak-hak kami sebagai warga binaan,” ujar salah seorang narapidana saat bernegosiasi dengan Kapolres palopo, AKBP Muh Guntur dan Kasdim 1403 Palopo, Letkol Inf Samuel.(*)




