Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Didemo Warga, Mobil Operasional PT Vale Dirazia
Hukum

Didemo Warga, Mobil Operasional PT Vale Dirazia

Redaksi
Redaksi Published 15 Januari 2014
Share
2 Min Read
SHARE

Ratusan warga dari Desa Mahalona yang tergabung dalam Forum Mahalona Bersatu (FMB), Kecamatan Towuti, menggelar aksi demonstrasi di jembatan Petea Mahalona, Rabu (15/1/14) pagi ini.

Dalam aksinya demonstran membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘PT Vale harus bayar kerugian masyarakat’. Selain itu, para demonstran juga menahan puluhan kedaraan perusahaan yang melintas di jembatan tersebut.

Koordinator aksi, Ari mengatakan aksi yang dilakukan oleh masyarakat desa Mahalona ini adalah bentuk kekecewaan terhadap PT Vale Indonesia yang hingga saat ini belum memenuhi keinginan masyarakat.

“Kami hanya menuntut ganti rugi lahan seperti persawahan dan empang masyarakat yang rusak akibat banjir sekitar Rp1 Miliar,” ungkap Ari.

Menurutnya, masyarakat Desa Mahalona sebelumnya pernah melakukan koordinasi kepada pihak PT Vale Indonesia namun pihak perusahaan hanya berniat mengganti lahan masyarakat tersebut senilai Rp200 juta.

“Sebelumnya kami pernah melakukan koordinasi tetapi pihak perusahaan hanya mau mengganti lahan masyarakat senilai Rp200 juta padahal kerugian masyarakat sekitar Rp1 Miliar,” ungkap Ari.

Informasi yang dihimpun, Banjir yang terjadi di Desa Mahalona ini sekitar bulan Agustus 2013 lalu yang diakibatkan meluapnya sungai lampesue. Meluapnya sungai tersebut dikarenakan saluran air atau gorong-gorong tidak mampu menahan derasnya aliran air.

Hingga berita  ini diturunkan, aksi demonstrasi warga masih berlangsung, dan sekitar 20 kendaraan operasional PT Vale masih tertahan dan tidak diijinkan melintas oleh warga.

 

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Seorang Warga Tewas Dibunuh, Kondisi di Desa Rompu-Laba Memanas

Jelang Putusan MK, Kapolres Palopo Diganti

Di Toraja, Ada Oknum Polisi Ditangkap Karena Narkoba

Perampok Bawa Kabur Duit Dan Senjata KSPK Polsek Burau

Kontingen Pramuka Luwu Utara, Dikabarkan Telantar di Jakarta

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article LPM Lutim Desak Kejaksaan Periksa Oknum Yang Terlibat Kasus TPA Tomoni
Next Article Ilham Arif Sirajuddin Road Show di Luwu Timur

You Might Also Like

Hukum

Jamal Pimpin Razia Miras Di Wotu

31 Desember 2014
HukumNews

Gara-Gara Tali, Seorang Petani di Luwu Dibakar Hidup-Hidup

13 Juli 2018
Hukum

Terkait Dugaan Korupsi Ussu, Polisi Incar Tersangka Baru

8 September 2014
Hukum

Besok Putusan MK, Kapolres Palopo Diganti?

28 April 2013
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?