Ratusan warga dari Desa Mahalona yang tergabung dalam Forum Mahalona Bersatu (FMB), Kecamatan Towuti, menggelar aksi demonstrasi di jembatan Petea Mahalona, Rabu (15/1/14) pagi ini.
Dalam aksinya demonstran membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘PT Vale harus bayar kerugian masyarakat’. Selain itu, para demonstran juga menahan puluhan kedaraan perusahaan yang melintas di jembatan tersebut.
Koordinator aksi, Ari mengatakan aksi yang dilakukan oleh masyarakat desa Mahalona ini adalah bentuk kekecewaan terhadap PT Vale Indonesia yang hingga saat ini belum memenuhi keinginan masyarakat.
“Kami hanya menuntut ganti rugi lahan seperti persawahan dan empang masyarakat yang rusak akibat banjir sekitar Rp1 Miliar,” ungkap Ari.
Menurutnya, masyarakat Desa Mahalona sebelumnya pernah melakukan koordinasi kepada pihak PT Vale Indonesia namun pihak perusahaan hanya berniat mengganti lahan masyarakat tersebut senilai Rp200 juta.
“Sebelumnya kami pernah melakukan koordinasi tetapi pihak perusahaan hanya mau mengganti lahan masyarakat senilai Rp200 juta padahal kerugian masyarakat sekitar Rp1 Miliar,” ungkap Ari.
Informasi yang dihimpun, Banjir yang terjadi di Desa Mahalona ini sekitar bulan Agustus 2013 lalu yang diakibatkan meluapnya sungai lampesue. Meluapnya sungai tersebut dikarenakan saluran air atau gorong-gorong tidak mampu menahan derasnya aliran air.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi warga masih berlangsung, dan sekitar 20 kendaraan operasional PT Vale masih tertahan dan tidak diijinkan melintas oleh warga.




