Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana menyebutkan saat ini terdapat empat kasus sengketa yang sedang ditangani pihaknya, yang disebutkan rawan memicu gangguan kabtibmas.
Keempat kasus itu yakni Sengketa lahan Sindoka, kasus gangguang keberadaan kandang babi di Sorowako, Klaim lahan sawit di Mantadulu, Angkona, dan kasus gorong-gorong di Desa Mahalona, Kecamatan Towuti.
Menurutnya, pihaknya saat ini tengah melakukan pemetaan atas keempat kasus ini agar tidak berujung pada terjadinya konflik horisontal.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh terhadap aturan, dan menyerahkan seluruh kasus ini kepada aparat penegak hukum,” ujar Rio.
Selain fokus pada empat kasus ini, personel Polres Lutim juga tengaj disiapkan untuk menghadapi dua agenda nasional, yakni Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden yang akan dihelat tahun ini.
Rio menggambarkan pada prinsipnya pola pengamanan pemilu legislatif dan Pilpres memiliki kesamaan, dimana sesuai dengan asumsi kebutuhan jumlah linmas yang akan dilibatkan dalam pengamanan pemilu mendatang sebanyak 1.164 orang.
Dirincikannya, rencana kebutuhan personil pengamanan Pemilu 2014 berdasarkan jenis TPS meliputi 534 TPS aman, membutuhkan 267 personil pengamanan, 45 TPS kategori rawan satu membutuhkan 45 personil dan 3 TPS kategori rawan dua yang membutuhkan 6 personil.
“Berdasarkan rencana kebutuhan maka dibutuhkan 318 personil, sementara jumlah personil di Polres Luwu Timur saat ini sebanyak 361 orang. Sehingga kami masih membutuhkan 76 personil tambahan guna memaksimalkan sistem pengamanan pemilu mendatang,” ungkap Rio.




