Penyidik mapolres Luwu Timur akan segera memeriksa pengelola Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) RSUD I La Galigo Wotu, Yance terkait kasus dugaan penyelewengan dana jasa ratusan perawat dan dokter penerima Jamkesmas dalam dekat ini.
Sebelumnya, Ratusan perawat dan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo Wotu mengaku belum menerima dana jasa Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sejak bulan Agustus hingga Desember 2013 lalu padahal Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) disetiap ruangan kelas III sudah menyerahkan ke pengelola Jamkesmas RSUD I La Galigo.
Kapolres Luwu Timur AKBP Rio Indra Lesmana mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) ini dengan mengumpulkan bukti-bukti yang akurat.
“Kasus Jamkesmas ini masih kita dalami, jika benar terbukti telah melakukan penyelewengan maka pengelola Jamkesmas RSUD I La Galigo akan segera kami panggil untuk dimintai keterangan,” ungkap Rio.
Sementara itu, Pengelola Jamkesmas RSUD I La Galigo, Yance yang sebelumnya dikonfirmasi telah membenarkan jika perawat dan dokter di RSUD I La Galigo belum menerima dana Jamkesmas tersebut. Menurutnya, dana tersebut belum turun dari Menteri Kesehatan (Menkes) senilai Rp2,9 Miliar.
“Memang benar kami belum membayarkan dikarenakan dana Jamkesmas ini belum turun dari Kementerian Kesehatan senilai Rp2,9 Miliar,” ungkap Yance.
Yance merincikan jika anggaran Rp2,9 Miliar ini bukan semata-mata diperuntuhkan untuk jasa perawat dan dokter saja melaingkan jasa sarana rumah sakit juga ikut terkafer didalam anggaran miliaran ini.
“Laporan pertanggung Jawabanan (LPJ) tiap ruangan sudah kami buatkan, jika anggaran dari pusat sudah turun pasti langsung segera kami bayarkan ke dokter dan perawat,” ungkap Yance. (*)




