Puluhan massa dari LSM Pemerhati Masyarakat Luwu Utara (PeMaLU) yang melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Luwu Utara, terlibat aksi saling dorong dengan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Luwu Utara, dan Kepolisian Resor Luwu Utara.
Insiden ini terjadi lantaran massa kecewa karena aksi mereka tidak mendapat tanggapan oleh legislator setempat. Padahal, mereka sudah melakukan aksi demonstrasi selama 15 menit, namun tak satu pun anggota DPRD yang datang menemui mereka.
Massa pun kesal dengan membakar ban bekas di depan kantor DPRD Lutra namun dihalau oleh petugas. Akibatnya aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Beruntung, insiden ini reda setelah beberapa legislator datang menemui mereka.
Pantauan Luwuraya.com, aksi ini awalnya bermula di depan RSUD Andi Djemma Masamba. Massa menuntut agar Direktur RSUD Andi Djemma, Drg Mahrani, untuk mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak becus mengelola rumah sakit, sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Hal itu dilatar belakangi pelayanan RSUD Andi Djemma Masamba yang kerap menolak pasien Jamkesmas dan Jamkesda.
Menerima aspirasi demonstran, Anggota DPRD Luwu Utara, Filosofi Rusli mengungkapakan bahwa kami sudah mengumpulkan data-data semua kekurangan di RSUD Andi Djemma dan akan dipublikasikan temuan tersebut kepada masyarakat.
“Beri kami waktu hingga Kamis (27/2/14) mendatang untuk dirapatkan bersama, kita akan kemas bukti-bukti yang ada untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.
Pihaknya pun mengaku akan membuatkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk melakukan audit keuangan di RSUD Andi Djemma, dan menjamin akan transparan dalam membuka persoalan di rumah sakit milik pemerintah itu.




