Lebih dari 100 honorer K-2 yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Luwu Utara mengancam akan melakukan aksi pendudukan dengan memaasang tenda di kantopr tersebut. Ancaman itu menyusul keinginan demonstran untuk berdialog langsung dengan Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi.
Pantauan luwuraya.com, demonstran yang tergabung dalam Forum Pemerhati K-2 Luwu Utara tiba di Kantor Bupati Luwu Utara sejak pukul 10.44 Wita. Massa menuntut agar Bupati Luwu Utara segera menemui demonstran. Namun setelah menunggu hingga sekitar sejam lamanya, belum ada perwakilan pemerintah yang menemui demonstran.
Koordinator Lapangan (Korlap), Jabir mengatakan pihaknya akan tetap menunggu di Kantor Bupati Luwu Utara itu hingga dapat bertemu dengan orang nomor satu di daerah itu.
“Jika perlu, kami akan mendirikan tenda walaupun harus menginap di tempat ini hingga dapat bertemu dengan bapak Bupati,” tegasnya.
Tuntutan demonstran untuk dapat bertemu dengan Arifin guna mendesak agar segera dikeluaarkan rekomendasi untuk melakukan verifikasi terhadap kelayakan bagi honorer K-22 yang telah dinyatakan lulus tes CPNS beberapa waktu lalu.
“Kami meminta kepada Bupati Luwu Utara untuk segera melakukan verifikasi data 520 orang yg dinyatakan lulus K2 sebelum masuk tahap pemberkasan untuk memastikan apakah honores K2 yang lulus itu sesuai dengn ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 56 Tahun 2012 mengenai perubahan kedua atas PP Nomor 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga mendesak kepada penegak hukum di daerah itu yakni Kepolisian dankejaksaan untuk mengusut dugaan praktek mafia berupa penyalahgunaan wewenang sehingga terjadi banyaknya honorer K-2 siluman yang dinyatakan lulus.




