PT Multi Tunjang Sukses (MTS) melakukan penanda tanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Palopo terkait pengembangan wilayah Sampoddo-Lemolemo (Salemo) di Audiotorium SaokotaE, Rabu (26/2/14) siang kemarin.
Dalam penandatanganan Mou itu, dari pihak PT MTS dihadiri langsung oleh Direkturnya, Arbain, dan Pemkot Palopo oleh Wali Kota Palopo, Judas Amir, yang disaksikan oleh Ketua DPRD Palopo, Tasik.
Terdapat delapan poin kesepakatan yang tertuag dalam MoU pengembangan wilayah Salemo itu yakni reklamasi pantai, pembangunan mall, pembangunan hotel berbintang empat, pembangunan pembangkit listrik dari limbah sawit, pengelolaan air bersih, pembangunan kereta gantung dari dan ke perbatasan Palopo-Toraja, serta menyiapkan sarana kapal laut dengan rute Palopo-Jakarta dan Palopo-Surabaya.
Dalam kesempatan itu, Judas meminta kepada PT MTS untuk segera merealisasikan delapan poin tersebut agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Apa yang ada dalam MoU ini adalah utang dan janji, untuk itu saya harapkan PT MTS segera membayarkan utang dan janjinya kepada masyarakat Palopo terkait pembangunan Salemo ini,” ujar Judas.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan PT MTS ini, kiranya bisa memancing investor-investor lain untuk ikut menanamkan modalnya di Kota Palopo dan meminta dukungan masyarakat untuk ikut menyukseskan program tersebut.
“Saya minta kepada semua pihak agar pembangunan ini disosialisasikan dengan benar kepada masyarakat,” ujar Judas.
Sementara itu, Direktur PT MTS, Arbain mengatakan setelah meninjau Kota Palopo, dirinya berkesimpulan bahkan Kota Palopo merupakan daerah yang potensial sebagai tempat investasi.
“Palopo bisa menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat untuk daerah tetangga disekitarnya, sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke Makassar dengan perjalanan jauh dan melelahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, jika pemerintah memberikaan kemudahan bagi investor untuk masuk ke Kota Palopo, maka dirinya yakin Kota Palopo bisa semakin berkembang.




