Kecelakaan kembali terjadi di poros Malili-Wotu, tepatnya di Desa Ussu, Kecamatan Malili. Dalam kecelakaan kali ini, dua orang siswa SMK Negeri 1 Malili, tewas akibat digilas truk tersebut, sekitar pukul 15.00 Wita sore tadi.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan maut ini bermula saat sebuah truk dengan nomor polisi DT 9444 BA yang dikemudikan Ilham sedang melaju dari arah Kota Malili. Saat berada di KM 6 Desa Ussu, Ilham kemudian membelokkan mobilnya dengan maksud mengembalikan truk tersebut ke pemiliknya yang tinggal di Desa Ussu.
Namun, saat membelokkan mobilnya, dirinya tiba-tiba mendengar suara benturan keras dari arah belakang mobilnya. Saat diperiksa, ternyata terdapat satu sepeda motor yang tergilas masuk ke dalam kolong truk dan satu motor lainnya yang terpental.
Kedua motor itu dikendarai oleh siswa SMK Negeri 1 Malili yang baru pulang dari sekolah mereka. Adalah Muhammad Nirwan (16), siswa kelas X yang tinggal di Desa Lakawali, dan Irvan Alfian yang juga siswa SMK negeri 1 Malili, beserta satu orang korban lainnya belum diketahui identitasnya yang saat kejadian berboncengan dengan Irvan dan diketahui selamat karena hanya mengalami luka ringan.
Menurut penuturan warga sekitar, saat kejadian memang kedua motor tersebut dalam keadaan kencang dan diduga tidak memperhatikan mobil truk yang sedang berbelok. Salah satu motor yang dikendarai Muhammad Nirwan langsung menghantam bagian belakang truk dan terseret masuk ke dalam kolong truk tersebut. Sementara motor yang dikendarai Irvan, berupaya menghindari truk tersebut, namun tidak dapat mengendalikan laju motor sehingga terpental dan terseret ke tepi jalan.
Kedua korban yang mengalami luka benturan pada bagian kepala langsung dibantu oleh warga dan dilarikan ke RSUD I La Galigo, Wotu untuk mendapatkan pertolong. Tapi sayangnya, nyawa keduanya tidak tertolong lagi, karena saat diperjalanan ke rumah sakit, keduanya menghembuskan nafas terakhirnya.
Kepala Satuan (kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Lutim, AKP Muhammad Saleh mengatakan pihaknya telah mengamankan mobil truk beserta supirnya untuk dimintai keterangan dalam kejadian ini. Dia pun mengimbau kepada orang tua agar tidak mudah memberikan sepeda motor kepada anak mereka untuk berangkat ke sekolah.
“Kedua siswa yang tewas ini diketahui masih berusia 16 tahun, yang artinya belum layak untuk mengendarai kendaraan bermotor, karena belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM),” ujar Saleh.
Meski begitu, pihaknya tetap mengamankan supir truk tersebut, termasuk melakukan penyelidikan kemungkinan terjadinya kelalaian oleh supir hingga menimbulkan korban jiwa.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Malili, Ahmadi yang dikonfirmasi mengaku baru mengetahui kejadian itu dan membenarkan jika dua korban tersebut adalah siswanya. Menurutnya, kedua siswa itu kemungkinan baru pulang dari sekolah menuju ke rumah masing-masing.
“Siswa di sekolah kami memang pulang sekitar pukul 14.15, dan dari lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari sekolah, kemungkinan besar mereka baru pulang sekolah sebab infomasi yang saya terima mereka masih menggunakan seragam sekolah,” ujar Ahmadi.
Dia pun juga menyampaikan belasungkawa atas tewasnya dua siswanya itu dan menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian.




