Delapan jenazah korban ‘Bus Maut’ Sahra (bukan ‘Az-Zahrah’ seperti diberitakan sebelumnya) telah diserahkan kepada masing-masing keluarga untuk dikebumikan. Seluruh jenazah itu akan dikebumikan di daerah asal masing-masing yang rata-rata berasal dari Kabupaten Bone dan Kabupaten Maros.
Direktur RSUD I La Galigo, Rosmini Pandin mengatakan setelah dilakukan autopsi terhadap seluruh korban, pihak rumah sakit langsung menyerahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.
“Tadi pagi jenasah korban kecelakaan sudah dipulangkan ke masing-masing keluarganya untuk dikebumikan, penyerahan jenazah itusetelah proses autopsi selesai dilakukan,” ujar Rosmini.
Insiden kecelakaan maut yang menewaskan delapan orang penumpang mini bus Sahra jurusan Bone-Palu yang terjadi di Desa Kasintuwu Kecamatan Mangkutana, Kamis (06/03/14) sekitar pukul 04.30 wita pagi tadi membuat warga setempat maupun diluar dari desa tersebut prihatin.
Sementara itu, Tim Ichi Rescue yang pada saat kejadian juga turut membantu proses evakuasi korban menyatakan belasungkawa atas jatuhnya korban pada kecelakaan lalu lintas tersebut.
Koordinator lapangan Ichi Rescue, Chaedir Irsad mengatakan pihaknya turut menyatakan belasungkawa dan telah meminta pihak Pemerintah kabupaten Luwu Timur memfasilitasi armada ambulance untuk kepulangan seluruh korban tewas ke kampong halaman masing-masing.
Untuk diketahui, kecelakaan lalulintas yang terjadi di desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur, Kamis (06/03/14) sekitar pukul 04.30. Bus ini mengalami mati mesin saat akan menanjak sehingga bus tergelincir ke jurang sedalam 30 meter lalu terbakar.
Mini Bus Sahra bernomor polisi DD 7506 JA diketahui akan menuju Kabupaten Palu, Sulawesi Tengah dengan ditumpangi 37 orang penumpang. Dari hasil identifikasi pihak kepolisian jumlah penumpang yang meninggal dunia 8 orang, luka berat 7 oramh, luka ringan 6 orang, dan 16 orang lainnya dalam keadaan selamat. Hampir seluruh korban tewas, termasuk satu orang balita, dalam kondisi hangus terpanggang akibat terjebak dalam bus yang terbakar.
Berikut nama-nama delapan korban tewas dalam insiden itu:
– Masna (30 Tahun)
– Wawan (20 Tahun)
– Ikbal (45 tahun)
– Muhajir (20 Tahun)
– Asriani (20 tahun)
– Hayati (30 tahun)
– Ikbal (5 Tahun)
– Saleh (20 Tahun)




