Masyarakat Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur menyayangkan pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Wasuponda yang diduga sangat buruk atau diduga tidak sesuai standard operating procedure (SOP) dalam menangani pasien hingga berujung pada meninggalnya seorang bayi yang baru lahir.
Informasi yang dihimpun, jika salah seorang warga Kecamatan Wasuponda berniat ingin bersalin di Puskesmas Wasuponda namun dua bidan yang bertugas pada jum’at malam ini terlihat santai dan tidak melayani pasien yang kelihatan pucat dan kesakitan hingga menunggu berjam-jam di bangku depan teras ruang bersalin ini.
Tidak tenang melihat kondisi anaknya yang kesakitan, orang tuanya pun nekat menghampiri dua bidan ini untuk meminta pertolongan, namun dua bidan ini baru mempersilahkan pasien tersebut namun disambut dengan nada kesal. Setelah ditangani, bayi ini pun berhasil dikeluarkan dengan yang sangat lemah hingga harus ditempatkan dalam tabung incubator (tempat bayi prematur).
Namun kondisi bayi ini sangat mengkwatirkan hingga keluarga menyarangkan agar bayi ini dirujuk kerumah sakit PT Vale namun ditolak oleh dokter jaga dengan alasan harus dilakukan observasi selama dua jam. Keluarga korbanpun menyetujui saran dari dokter jaga namun dokter tak pernah melakukan observasi hingga bayi ini menghembuskan nafas terakhirnya.
Wawan ayah dari bayi ini mengatakan jika dirinya sangat kecewa dengan pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas Wasuponda. Menurutnya, apakah hanya karena gratis sampai keluarganya tidak diperlakukan dengan baik sebagai pasien.
“Saya sangat kecewa dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Wasuponda,” ungkap Wawan melalui jejaring sosialnya.
Dirinya menceritakan, saat bayinya sudah tidak bernyawa lagi, keluarga mencoba membangunkan dua bidan ini dari tidurnya namun bidan tersebut hanya menjawab saya tidak tahu.
“Dimanakah tanggung jawab bidan yang seharus memperhatikan pasien yang sedang kritis, kok lebih mengutamakan tidurnya dari pada pasiennya, apakah lebih mahal harga tidurnya dari pada nyawa anakku,” ungkap Wawan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Wasuponda, Reny yang coba dikonfirmasi awak media melalui via telepon, Selasa (15/04/14) tidak berhasil. Handponenya dalam keadaan tidak aktif.
Namun, informasi yang dihimpun, pagi ini pihak keluarga korban akan bertemu dengan pengelola puskesmas yang akan difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Wasuponda, untuk membicarakan masalah dugaan kelalaian petugas tersebut.




