Konflik yang terjadi di Kecamatan Bone-Bone sejak Sabtu (11/10.14) lalu, membuat sejumlah warga mempertanyakan kepedulian dari Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi dalam menangani konflik yang terus terjadi di daerah itu. Tidak terkecuali pengguna jejaring sosial Facebook.
Dalam grup Luwuraya.com di Facebook, beberapa warga bahkan menyayangkan ketidak hadiran Bupati Luwu Utara sesegera mungkin ke kecamatan Bone-Bone usai konflik terjadi. Padahal, konflik tersebut telah menyebabkan kerugian besar dialami warga akibat pembakaran belasan rumah.
Sejumlah komentar bahkan berasal dari tokoh ataupun figure baik ditingkat local maupun nasional. Berikut ini komentar sejumlah pengguna Facebook yang diposting di grup Luwuraya.com:
Sobat Iphung: “bupati luwu utara adalah bupati yang paling terhormat sedunia, saking hormatnya dia tidak mengunjungi lokasi kerusuhan karena tidak terhormat kata di situ, jadi lebih baik pergi kampanye.”
Andi Heikal Munarka: “Mana Bupati Luwu Utara ?”
Yuti Suyati: “Sialai tana kaburu’…..”
Idrus Marham: “Bupati nya mana.arjuna.apa masih mau oppo atau sdh tdk peduli lagi rakyatnya.”
Zulfiqar: “Pak Idrus Marham, arjuna jangan lagi direkomendasikan sbg cabup th depan, kinerjanya buruk. kerjanya plesiran ndakJelas ke kecamatan-kecamatan (saya curiga, hanya untuk dapat SPPD).”
Kapten Jack Jr.: “Yang terjadi saat ini di tana kelahiranku adalah bukti tidak adanya kordinasi yang baik oleh aparat pemerintah dan aparat penegak hukum, ke mna kepala daerah yg seharusnya hadir menengai masalah konflik komunal seperti in, dan ke mna funsi intelijen kepolisian resort Luwu utara sebelum terjadinya penyerangan dan juga apa fungsi markas brimob di baebunta saat terjadinya pembakaran dan perkelahian?”
Namaku Egy: “Bagaimana lutra mau damai sedangkan pak bupatinya seakan tdk ikut andil dalam masalah ini. Hanya kapolres lutra yg selalu menjalankan tugasnya selaku keamanan daerah. (Respect to all member polres lutra)
menurut saya, salah satu jalan untuk mengantisipasi kekacauan yg marak terjadi di lutra, khususnya di daerah saudara2 kita yg rawan kacau seperti di desa kopi-kopi dan karang-karangan adalah dgnmembuatkan lapangan kerja.
Karna dgn adanya lapangan kerja yg di buatkan untuk saudar2 kita yg sering kacau, akhirnya mereka memiliki kesibukan masing2 dan akan berfikir 2x untuk melakukan kebrutalan di mana2.”
Abdul Ismail: “mana bupati? apa gunanya mobil wangler dibeli mahal-mahal klo tdk dipake meluncur ke masyarakat..apa nah kekayaan, kemewahan ji sama kekuasaan trus ko pikir bupati..bupati/ wakil bupati gagal..luwu utara hancur karna kepemimpinan kalian berdua..bagus diturunkan paksa sj ini orang..tidak ada guna-gunax..masyarakat menderita..mereka bermewah-mewahan.,kalo kampaye jago..”
Luthfi Mutty: “Bagaimana mungkin seorg bupati berkata Lutra tdk ada masalah, aman2 saja, sementara konflik terjadi di mana2. Antara Pandak – Rompu. Antara Baliase-Mappedeceng. Antara Balebo-Kasimbong. Antara Rampoang-Munte. Antara Mariri-Salulemo. Dan banyak lagi tempat lainnya. Cobalah buka mata dan telinga anda…baca dan dengarkan keluhan, cacian, dan harapan rakyatmu. Berhentilah jadi pejabat hedonis yg hanya tau bersenang senang bersetubuh dg jabatan, sementara rakyatmu menangis minta diurus. Anda dipilih olh rakyat krn mrk menaruh harapan padamu. Tumbuhkanlah sedikit rasa malumu. Krn hanya rasa malu yg bisa membuat anda punya rasa peduli, dan hanya rasa peduli yg mendorong tumbuhnya rasa tanggung jawab.”




