Kabupaten Luwu Utara (Lutra) mendapat kepercayaan dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan untuk menggelar Pelatihan Uji Petik Produktivitas Komoditi Kakao Praktek Lapangan. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di sebuah kebun di Kecamatan Mappedeceng ini digelar selama tiga hari, sejak tanggal 23 – 25 April. Pesertanya sendiri berasal dari dua daerah tetangga, yakni Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Timur, serta Luwu Utara sebagai tuan rumah.
Menurut salah seorang panitia dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, Satria Mulia Arsjad, dipilihnya Kabupaten Luwu Utara sebagai pusat kegiatan uji petik produktivitas kakao dikarenakan Luwu Utara adalah daerah penghasil kakao terbesar di Sulawesi Selatan. Sebagai daerah penghasil kakao terbesar, lanjut Satria, tidaklah salah ketika Dinas Perkebunan Provinsi menunjuk Lutra sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
“Sengaja kami memilih Luwu Utara karena daerah ini adalah penghasil kakao terbesar di Sulsel,” ungkap Satria ketika ditemui di sela-sela praktek lapangan, kemarin (24/4), di sebuah kebun di Kecamatan Mappedeceng.
Ditanya tujuan kegiatan pelatihan tersebut, dia menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kegiatan uji petik produktivitas kakao itu adalah untuk melakukan penyusunan metode pengumpulan data produktivitas perkebunan, terutama komoditi kakao, serta melakukan survei pengukuran produktivitas perkebunan, utamanya bagi petugas pengelola data perkebunan untuk tingkat provinsi, kabupaten hingga kecamatan.
“Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk melakukan penyusunan metode pengumpulan data produktivitas kakao, serta melakukan survei pengukuran produktivitas perkebunan,” pungkas Satria.
Sementara itu, Ketua DPRD Luwu Utara, Basir mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Uji Petik Produktifitas Kakao dimana Kabupaten Luwu Utara selaku tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan ini. Dia mengharapkan, dengan adanya kegiatan ini menjadikan produksi kakao di Luwu Utara semakin meningkat dan menjadikan Luwu Utara sebagai sentra produksi kakao di Sulawesi Selatan.




