PT Vale Indonesia membukukan pendapatan keuntungan di triwulan pertama tahun 2014 sebesar USD18 juta. Nilai ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan laba di periode yang sama pada tahun 2013 lalu yang mencapai USD31,5 juta atau terdapat selisih sebesar USD13,5 juta.
Dalam laporan resmi perusahaan yang dirilis kepada luwuraya.com menyebutkan, penurunan harga jual nikel di tingkat globat menjadi penyebab turunnya pendapatan keuntungan perusahaan. Namun nilai itu mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan pendapatan pada triwulan ke empat 2013 yang hanya sebesar USD8,6 juta.
Akibat penurunan harga nikel itu, PT Vale di tahun ini akan berupaya dengan berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan keunggulan perusahaan tanpa mengorbankan nilai utama perseroan.
Selain itu, juga akan tetap memacu peningkatan kapasitas lebur dan mengoptimalkan proses produksi dan menargetkan 5 persen jumlah produksi nikel dalam matte dibanding produksi pada tahun 2013 lalu.




