Warga kecamatan Wotu kesal dengan sikap yang dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur. Pasalnya, mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang sebelumnya ditempatkan di Wotu ditarik kembali ke Malili oleh pihak BPBD.
“Kenapa mobil pemadam itu ditarik kembali ke Malili padahal sudah bagusmi kalau ditempatkan di Wotu,” kesal, Suardi warga kecamatan Wotu.
Menurutnya, jarak antara Malili dengan Wotu sangat jauh sehingga membutuhkan waktu tempuh kurang lebih satu jam untuk sampai ke lokasi terjadinya kebakaran. “Tidak bisa pak kalau mobil pemadam di tempatkan di Malili, buktinya api sudah padam baru mereka datang untuk memadamkan,” ungkap Suardi.
Kepala BPBD Kabupaten Luwu Timur, Andi Makkaraka yang dikonfirmasi melalui via telepon tidak berhasil. Handponenya dalam keadaan tidak aktif atau sedang diluar jangkauan.
Sementara, Sekertaris BPBD Luwu Timur, Ashyar mengatakan penarikan kendaraan damkar itu dilakukan atas perintah pimpinan (Kepala BPBD) disebabkan karena bocornya tangki pada damkar tersebut.
“Mobil damkar itu ditarik ke Malili dua hari yang lalu karena bocor tangkinya dan mau di service, semua itu atas izin pimpinan,” ungkap Ashyar.
Sebelumnya di beritakan, sebuah rumah di Dusun Kaza, Desa lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur habis terbakar Minggu (21/9/14) sekitar pukul 16.30 Wita sore tadi. Kejadian ini membuat panik warga sekitar, sebab lokasi kebakaran berada di daerah padat penduduk.
Ratusan warga setempat berupaya memadamkan api hanya dengan alat yang seadanya saja. Beruntung, disekitar lokasi kebakaran terdapat aliran sungai sehingga warga tidak kesulitan mendapatkan sumber air. Armada pemadam kebakaran tiba di lokasi setelah rumah tersebut sudah hangus dan rata dengan tanah.
Rasmi, pemilik rumah tersebut mengatakan dirinya tidak mengetahui persis penyebab kebakaran. “Tiba-tiba sudah terbakar, saya tidak tahu apa penyebabnya, padahal saat kejadian saya ada di depan rumah,” ujarnya.
Dia mengaku tidak banyak harta bendanya yang berhasil diselamatkan. “Masih banyak barang saya di dalam, ijazah dan berkas-berkas lain juga hangus terbakar,” ungkap Rasmi. (*)




