Pertarungan Calon Presiden RI ternyata juga mulai memanas hingga ke daerah di Sulawesi Selatan. Tak terkecuali di Kabupaten Luwu. Pasalnya, pertarungan dua pasang Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) RI ini akan menjadi pertaruhan antara kekuatan figur pasangan Capres-Cawapres, dengan kekuatan mesin partai.
Politisi Muda Partai Golkar, Arham Basmin Mattayang menilai, jika dihitung di atas kertas, kekuatan partai pengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa cukup dominan di Kabupaten Luwu. Pasalnya, tokoh sentral di Kabupaten Luwu, umumnya merupakan pimpinan partai pengusung pasangan ini.
“Bupati Luwu, A Mudzakkar (Cakka) yang berasal dari Partai Golkar, Wakil Bupati Luwu Amru Saher dari PKS, dan Mantan Bupati Luwu Basmin Mattayang dari Partai Gerindra, inilah tokoh-tokoh asal Kabupaten Luwu yang partainya resmi mendukung Prabowo-Hatta! Namun menurut saya, tiga tokoh politik ini tidak akan mampu membawa kemenangan bagi Prabowo-Hatta di Luwu,” ujar Arham.
Dia menilai, untuk Pemilihan Presiden, pemilih cenderung menjadikan figur Capres-Cawapres sebagai alasan untuk memilih, dan bukan partai apalagi tokoh-tokoh partai.
Bahkan, Arham berpendapat bahwa tidak hanya di Luwu, bahkan skala Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia, ketokohan Jusuf Kalla (JK) sebagai tandem Joko Widodo (Jokowi) sulit diimbangi oleh Prabowo-Hatta.
“Rakyat masih melihat JK sebagai figur yang mampu membawa pembangunan di Kawasan Timur Indonsia, khususnya Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Ahram pun optimis, jika pasangan Jokowi-JK mampu membawa kemenangan hingga 80 persen untuk Provinsi Sulawesi Selatan.




