Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Tiga PPL di Lutra Terima Penghargaan SL-PTT
Ekonomi

Tiga PPL di Lutra Terima Penghargaan SL-PTT

Redaksi
Redaksi Published 30 Mei 2014
Share
3 Min Read
SHARE

Berbagai macam bentuk apresiasi yang dilakukan pemerintah terhadap aparatnya yang berkinerja baik, salah satunya adalah dalam bentuk piagam penghargaan. Langkah tersebut adalah bukti bahwa pemerintah tidak menutup mata atas upaya dan kerja cerdas aparatnya di dalam mendukung segala kebijakan pemerintah yang pro rakyat.

Nah, baru-baru ini, tiga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menerima piagam penghargaan dari Bupati Luwu Utara Arifin Junaidi, atas keberhasilannya menjalankan tugas sebagai PPL Pendamping pada kegiatan SL-PTT tanaman padi. Ketiga PPL tersebut adalah Hamzah Tanga (PPL Desa Torpedo Jaya Kecamatan Sabbang), Pahmawati Yusuf (PPL Desa Cendana Putih Kecamatan Mappedeceng), dan Sri Sumbaryani (PPL Kecamatan Sukamaju).

Sesaat setelah menerima penghargaan itu, media ini berhasil mewawancarai salah satu dari penerima penghargaan tersebut. Adalah Hamzah Tanga, PPL Desa Torpedo Jaya Kecamatan Sabbang. Menurut Hamzah ada beberapa kriteria yang membuat pemerintah, dalam hal ini, Dinas Pertanian, sebagai leading sector kegiatan SL-PTT, memberikan penghargaan yang cukup prestisius ini kepadanya, salah satunya adalah karena kelompok tani yang ia dampingi dalam kegiatan SL-PTT berhasil melampaui target produksi 5,8 ton per hektar. Di mana kelompok tani yang ia bina berhasil mencapai produksi 6,58 ton per hektar.

“Kami berhasil melebihi target propinsi 5,8 ton per hektar/tahun. Produksi yang berhasil kami capai adalah 6,56 ton per hektar. Itulah salah satu faktor kenapa kami mendapatkan penghargaan ini,” tutur Hamzah.

Selain faktor itu, Hamzah juga mengungkapkan bahwa masih ada beberapa faktor penunjang lainnya, di antaranya adalah pelaksanaan SL-PTT di lapangan yang tepat waktu, administrasi pelaporan yang tertib serta dilengkapi dengan dokumentasi yang lengkap.

“Faktor 6,56 ton per hektar bukan satu-satunya kriteria. Masih ada kriteria pendukung yang membuat kami berhasil yakni pelaksanaan di lapangan yang tepat waktu, administrasi pelaporan yang  tertib dan dokumentasi berupa foto-foto kegiatan yang lengkap. Itulah faktor penunjang dalam keberhasilan kami ini,” terang Hamzah.

Hamzah juga mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang sebenarnya tidak terlalu ia harapkan. Menurut Hamzah, bekerja ikhlas dengan niat yang baik saja sudah cukup baginya. Bahkan kalau dia disuruh memilih antara PPL atau petani yang harus diberi penghargaan, maka dia lebih memilih petani ketimbang PPL. Kenapa? Karena menurut Hamzah, tanpa keterlibatan dan kesiapan petani dalam menyukseskan SL-PTT, mustahil produksi yang dicapai bisa setinggi itu.

“Alhamdulillah, kerja kita selama ini mendapat apresiasi dari pemerintah, dalam hal ini bapak Bupati. Kita hanya menjalankan tugas di lapangan sesuai petunjuk teknis. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap apa yang dikerjakan PPL di lapangan. Kita juga tidak mengejar itu. Yang kami pikirkan hanyalah bagaimana kita bekerja baik sesuai petunjuk yang kami terima dari pemerintah. Penghargaan ini sekaligus sebagai motivasi bagi saya untuk bekerja lebih baik lagi, sekaligus motivasi bagi PPL lain. Keberhasilan ini juga karna petani yang selalu siap di lapangan. Tanpa petani, mustahil ini bisa kita capai. Maka selayaknya petanilah yang berhak atas penghargaan ini,” pungkas Hamzah.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Tutup BK3NP 2026, PT Vale Tegaskan Budaya Safety dan Kumpulkan Dua Ton Sampah di Sorowako

Pasca Konflik, Warga Masih Mengungsi

PT Vale Perkuat Program Pemberdayaan, Gandeng Pemkab Lutim Temui ESDM

Ayo, Bikin Kue Dengan Bahan Pangan Lokal

SKPD Terlambat, Wakil Bupati Lutra ‘Marah’

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article OPINI | Pilpres, Arena Menumpuk Dosa
Next Article Jelang Puasa, Harga Mulai Merangkak Naik

You Might Also Like

Ekonomi

PT Vale Bukukan Produksi 66.848 Ton Nikel di Tengah Tantangan Harga Global

2 Maret 2026
Ekonomi

Muhammad Dhevy Bijak Resmi Pimpin BPC HIPMI Luwu

24 Maret 2025
Ekonomi

Pemkab Lutim Dorong IP300 Lewat Gerdal Penggerek Batang Padi

13 Juni 2025
Ekonomi

Bupati Luwu Timur Kunjungi UPS Giwangan Yogyakarta, Cari Solusi Krisis Sampah

11 Juli 2025
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?