Pasca konflik yang terjadi antara Dusun Karangan Kelurahan Bone dan Dusun Kopi-Kopi Desa Banyuurip Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara yang pecah, Sabtu (11/10/14) lalu membuat sebagian warga masih memilih mengungsi di rumah keluarga dekat.
Asmawati, Warga dusun Kopi-Kopi Desa Banyuurip mengatakan dirinya masih memilih mengungsi hingga betul-betul aman. “Saya tetap mengungsi hingga betul-betul aman daerah saya pak,” ungkap Asmawati.
Selain itu, dua orang anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan beberapa keluarga lainnya juga masih memilih mengungsi.
“Dua anak saya tidak masuk sekolah karena masih mengungsi dirumah keluarga,” ungkap Asmawati.
Sebelumnya, Konflik yang terjadi antara dusun Kopi-Kopi, Desa Banyuurit dan dusun Karangan, Kelurahan Bone-Bone, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara mengakibatkan puluhan rumah warga yang terbakar, Sabtu (11/10/14) lalu.
Dalam kejadian tersebut, polisi telah mengamankan sebanyak 18 orang yang diduga ikut melakukan pembakaran. Sementara puluhan warga tersebut saat ini dalam tahanan Mapolres Luwu Timur. (*)




