Sebanyak 379 orang tenaga honorer Kategori Dua (K2) di Kabupaten Luwu Timur kembali dipanggil oleh tim verifikasi untuk melakukan uji materi yang berlangsung di aula kantor Bupati, Selasa (08/07/14).
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) telah mengumumkan sebanyak 403 tenaga honorer yang dinyatakan lulus dalam seleksi. Sementara dalam verifikasi berkas yang dilakukan oleh tim sehingga berkurang menjadi 379 orang tenaga honorer.
Berkurangnya tenaga honorer ini disebabkan karena adanya honorer yang tidak memasukkan berkas. Selain itu, beberapa kepala unit kerja juga menarik pernyataanya sendiri.
Menariknya, dari hasil ekspose yang dilakukan oleh tim verifikasi dihadapan Bupati dan forum koordinasi pimpinan daerah, Senin 16 Juni lalu, sebanyak 72 Berkas Honorer K2 sudah siap dikirim Ke BKN Kanreg IV Makassar. Sementara informasi yang dihimpun jika BKD akan mengirim seluruh berkas honorer K2 yang dinyatakan lulus uji materi.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Luwu Timur, Noviya Syahriani Syam mengatakan jika pemanggilan sebanyak 379 orang Kategori Dua (K2) saat ini untuk dimintai keterangan terkait Surat Keterangan (SK) bodong atau palsu. Selain honorer K2 ini, seluruh kepala unit kerja yang bertanggung jawab memberikan SK pengangkatan juga ikut dipanggil untuk memastikan kebenaran tanda tangan pada SK tersebut.
“Banyak kepala sekolah atau kepala unit kerja yang menarik SK karena mereka mengaku ada yg palsukan tanda tangannya. Sementara hari ini, seluruh kepala unit yang bertanda tangan di SK kami panggil untuk menandatangani langsung atau uji materi sesuai dengan petunjuk polisi,” ungkap mantan camat Malili ini.
Menurut Novi, Tim verifikasi berkas saat ini hanya memprioritaskan mencari pada SK bodong saja agar tidak ada lagi yang terkirim usai uji materi ini. Sementara jika dalam uji materi ini betul-betul dikatakan telah mengabdi maka akan dibuatkan tanggung jawab mutlak Panitia Pembuat Komitmen (PPK) untuk pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP).
“Hari ini honorer dan kepala unit kerja dari Kecamatan Wotu kita panggil melaksanakan uji materi ini untuk memastikan kebenaran pengabdian tenaga honorer tersebut,” ungkap Noviya.